Logo Header Antaranews Jateng

Ba'asyir: Tak Ada Presiden ISIS di Indonesia

Kamis, 14 Agustus 2014 17:09 WIB
Image Print
Abu Bakar Ba'asyir

"Ustad Ba'asyir bilang bahwa ISIS itu sudah tidak ada, yang ada hanyalah 'Daulah Khilafah Islamiyyah'. Dengan demikian, tidak ada istilah presiden ISIS," kata asisten pribadi ustad ABB, Hasyim Abdullah, di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis.

Hasyim mengatakan hal itu kepada Antara usai membesuk ustad ABB di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, Cilacap.

Bahkan, kata dia, ustad Ba'asyir menyatakan bahwa tidak ada istilah ISIS maupun presiden regional ISIS.

"Bukti ISIS itu tidak ada, saya serahkan atribut ISIS dan apapun yang berkaitan dengan ISIS," kata dia menirukan ucapan Ba'asyir.

Sebelumnya, Hasyim mengaku belum mengetahui keberadaan ISIS Regional Indonesia yang dipimpin Chep Hermawan.

"Saya belum tahu masalah itu. Jadi, apakah ustad ABB sudah tahu sebelumnya, saya belum tahu juga," katanya saat dihubungi Antara, Senin (11/8).

Bahkan, dia pun baru mengetahui istilah ISIS Regional Indonesia itu.

"Haji Chep Hermawan memang pernah ikut deklarasi ISIS di Bundaran HI, tapi apakah ini (Chep Hermawan, red.) termasuk yang berbaiat atau tidak, saya belum tahu. Terus istilah presiden ISIS juga, saya belum tahu," katanya.

Oleh karena itu, dia berencana mengonfirmasikan masalah tersebut termasuk pengakuan Chep Hermawan yang menjadi pemimpin ISIS Regional Indonesia atas rekomendasi ustad Ba'asyir.

Seperti diwartakan, Pemimpin ISIS Regional Indonesia Chep Hermawan mengaku siap memberikan penjelasan ke berbagai pihak terkait pernyataanya sebagai Presiden ISIS Indonesia.

Bahkan, pihaknya mengaku telah memberikan penjelasan ke Kementerian Agama RI beberapa waktu lalu, usai menghadiri sidang perdana sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi.
"Usai berorasi, staf kementerian agama menjemput dan mempertemukan saya dengan wakil menteri agama. Pertemuan itu klarifikasi atas deklarasi ISIS di bundaran Hotel Indonesia Minggu 16 Maret 2014," kata Chep Hermawan di Cianjur, Jawa Barat, Minggu (10/8).

Pihaknya mengakui belum ada panggilan dari pihak kepolisian terkait hal tersebut. Dia menunggu jika pihak berwajib meminta klarifikasi pihaknya akan memenuhi panggilan.
Menurut dia, berdirinya ISIS Regional Indonesia berperan serta menjaga keamanan nasional agar warga negara Indonesia yang siap berjihad tidak melakukan aksi kriminal di Indonesia.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026