
Pelat Baja "Arm Co" Dipasang di Jembatan Comal

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui akun Twiiter-nya, Minggu, menyatakan, "Pagi ini perakitan 'arm co' (Jembatan) Comal langsung di bawah lantai kerja, diharapkan sore dapat terangkai penuh."
Kerusakan Jembatan Comal yang berada di jalur padat di pantura Jateng tersebut menyebabkan kemacetan panjang di jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Jawa bagian selatan.
Anggota Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso, mengatakan kondisi jalur alternatif hampir semuanya padat mengular, bahkan ruas Tegal-Ajibarang Banyumas yang di kala normal hanya butuh waktu tempuh 2,5 jam, Sabtu (19/7) memakan waktu 10 jam lebih.
Kondisi jalan di jalur selatan Jateng berbeda dengan jalur pantura karena kontur jalannya naik turun dan berkelok sehingga menyulitkan kendaraan berat seperti truk dan bus besar.
"Pengemudi harus hati-hati di jalur peralihan dari pantura ke jalur selatan karena jalannya berkelok-kelok dan sempit," kata politikus PKS tersebut.
Berdasarkan rapat koordinasi dengan Dinas Bina Marga, katanya, dari dua badan jembatan yang ada saat ini, kemungkinan yang bisa diaktifkan satu saja.
Hadi, lulusan Teknik Undip Semarang itu, mengatakan, perbaikan Jembatan Comal tersebut menggunakan "arm co" pelat baja lengkung, yang digunakan untuk membuka jalan darurat selama arus mudik Lebaran.
"Butuh waktu 5-7 hari untuk perbaikan. Mudah-mudahan lancar," kata Hadi yang kembali terpilih menjadi anggota DPRD Jateng masa tugas 2014-2019.
Pewarta: Achmad Zaenal M
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
