
BI: Optimisme Konsumen Jateng Meningkat
"Ini tercermin dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi 112,9 dari indeks bulan sebelumnya 110,5," ujar Deputi Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan BI Wilayah V Marlison Hakim di Semarang, Sabtu.
Menurutnya membaiknya optimisme tersebut didorong oleh menguatnya ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang seperti yang tercermin pada kenaikan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 6,0 poin menjadi 119,1.
Peningkatan IEK tersebut didorong oleh kenaikan semua indikator pembentuknya di antaranya indeks ekspektasi kegiatan usaha naik 4,7 poin sedangkan indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja juga naik tipis yaitu 0,7 poin.
"Seiring dengan kenaikan kedua indeks tersebut responden optimis pada akhir tahun penghasilan mereka akan meningkat, ini tercermin dari meningkatnya indeks ekspektasi penghasilan pada enam bulan mendatang sebesar 12,5 poin," jelasnya.
Sementara itu untuk persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini melemah dibandingkan dengan bulan lalu, ini tercermin dari turunnya indeks kondisi saat ini (IKE) bulan Juni 2014 sebesar 1,2 poin menjadi 106,7.
Marlison mengatakan penurunan IKE salah satunya disebabkan karena satu indeks pembentuknya yaitu indeks ketersediaan lapangan kerja yang terkoreksi cukup dalam 10,4 poin.
"Penurunan indeks diperkirakan terkait dengan menurunnya aktivitas ekonomi pada saat ini baik yang dilakukan oleh Pemerintah maupun sektor swasta," paparnya.
Seiring dengan datangnya bulan puasa dan masih terkonsentrasi kegiatan Pemerintah pada persiapan pelaksanaan Pemilu Presiden menjadi salah satu faktor menurunnya IKE.
"Kondisi ini tampaknya tidak terlalu mempengaruhi gairah konsumen untuk berkonsumsi sebagaimana tercermin dari meningkatnya indeks ketepatan waktu pembelian barang tahan lama," jelasnya.
Ini dikarenakan konsumen memprediksikan akan mendapatkan tambahan penghasilan berupa Tunjangan Hari Raya (THR) dan pemberian gaji ke 13 yang diperkirakan akan diterima menjelang hari raya Idul Fitri.
Survei yang sama memprediksikan tekanan kenaikan harga pada bulan September 2014 akan menurun yang terindikasi dari turunnya Indeks Ekspektasi Harga (IEH) pada tiga bulan mendatang ke level 185,1 dari bulan sebelumnya 188,7.
Sumber penurunan tekanan harga terbesar diperkirakan berasal dari kelompok sandang, penurunan tersebut diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga emnam bulan mendatang yaitu Desember tahun ini yang terindikasi dari turunnya IEH enam bulan sebesar 5,8 poin menjadi 182,4.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.