Logo Header Antaranews Jateng

Astrid Widayani dorong konten kreator perluas pasar produk lokal

Sabtu, 26 September 2026 11:06 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani saat menghadiri Worth It Circle – Private Gathering Batch 4 bertema “Worth It Circle Next Level Affiliate” di Hotel Solia Zigna, Solo, Jawa Tengah, Jumat (25/9/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surakarta

Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong para konten kreator dan afiliator mengambil peran lebih dalam memperluas pasar produk-produk lokal.

Saat menghadiri Worth It Circle – Private Gathering Batch 4 bertema “Worth It Circle Next Level Affiliate” di Hotel Solia Zigna, Solo, Jawa Tengah, Jumat mengatakan perkembangan ekonomi digital membuka peluang baru bagi UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas melalui kreativitas dan kolaborasi.

Pada kegiatan yang digelar Worth It Circle (WIC) Agency tersebut mempertemukan sekitar 30-60 creator aktif TikTok Shop dan marketplace dari Solo dan sekitarnya.

Astrid menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menjadi ruang pertemuan antara creator, affiliate, brand, dan pelaku usaha tersebut.

“Perkembangan ekonomi digital tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi membuka ruang baru untuk berkarya, membangun usaha, dan memperluas pasar,” kata Astrid.

Menurutnya, profesi sebagai content creator dan affiliate kini telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Kreativitas dalam membuat konten, kemampuan membangun kepercayaan dengan audiens, serta pemanfaatan platform digital dapat menjadi kekuatan untuk membantu produk lokal dikenal lebih luas.

“Kita memiliki banyak UMKM dan pelaku ekonomi kreatif dengan produk yang potensial. Tantangannya adalah bagaimana produk tersebut tidak hanya bagus, tetapi juga mampu menemukan pasar yang tepat. Di sinilah kolaborasi antara creator, affiliate, brand, dan UMKM menjadi penting,” ujarnya.

Astrid menjelaskan masing-masing pihak memiliki peran dalam membangun ekosistem ekonomi digital. Creator memiliki kemampuan membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat, sedangkan brand dan pelaku usaha memiliki produk serta inovasi.

Pemerintah, lanjutnya, berperan menciptakan ekosistem yang mendukung agar kolaborasi tersebut dapat terus berkembang.

Ia berharap Worth It Circle tidak berhenti sebagai ruang networking, tetapi dapat menjadi tempat lahirnya kolaborasi dan transaksi nyata yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha.

“Teman-teman creator juga kami dorong untuk terus meningkatkan kapasitas. Tidak hanya mengejar jumlah views atau followers, tetapi juga membangun kredibilitas, kreativitas, konsistensi, dan profesionalisme. Jadikan kemampuan digital sebagai modal untuk membuka peluang yang lebih luas,” kata Astrid.

Selain kepada creator, Astrid juga mengajak para brand dan pelaku usaha memanfaatkan komunitas seperti Worth It Circle untuk menemukan mitra baru, memahami perilaku konsumen, sekaligus mengembangkan strategi pemasaran yang semakin relevan dengan perkembangan zaman.

Ia menilai pertemuan antara kreativitas dan produk berkualitas melalui kolaborasi yang kuat dapat menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus memperluas peluang bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif di Kota Surakarta.

“Ketika kreativitas bertemu dengan produk yang berkualitas dan didukung kolaborasi yang kuat, maka akan muncul nilai ekonomi baru yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tuturnya.

Astrid menegaskan Pemkot Surakarta terbuka untuk terus mendukung tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif dan ekonomi digital. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, creator, brand, dan UMKM dinilai penting agar potensi kreativitas di Kota Surakarta dapat berkembang menjadi peluang usaha.

“Dari pertemuan sederhana hari ini dapat lahir kerja sama yang memberikan dampak besar ke depannya. Mari bersama-sama menjadikan Surakarta sebagai ruang tumbuh bagi kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan anak muda,” pungkasnya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026