Logo Header Antaranews Jateng

BPCB Segera Lakukan Pramugaran Situs Liyangan

Kamis, 10 Juli 2014 19:11 WIB
Image Print

Ketua Kelompok Kerja BPCB Jawa Tengah Sugeng Widodo di Temanggung, Kamis, mengatakan prapemugaran situs dilakukan untuk mengembalikan bentuk Situs Liyangan sesuai dengan kondisi aslinya yakni dengan menyatukan kembali batu-batu yang ditemukan di sekitar candi atau batur.

"Prapemugaran akan dilakukan 2015, saat ini kami datang untuk meninjau dan melakukan pemetaan," katanya saat berkunjung ke situs Liyangan Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo.

Ia mengatakan, pemetaan ini dilakukan untuk menentukan temuan yang akan diutamakan pada proses prapemugaran mendatang, karena prapemugaran bukan seperti ekskavasi, prapemugaran ini membutuhkan kejelian dan ketelitian.

"Prapemugaran ini intinya upaya untuk memulihkan kembali, jadi harus benar-benar teliti," katanya.

Menurut dia, lama prapemugaran tidak bisa diprediksi karena batu-batu di Situs Liyangan kondisinya berserakan sehingga membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk mengembalikan posisi batu yang sesuai dengan kondisi sebenarnya.

"Saat ditemukan posisi batu yang lebih dekat dengan posisi batur atau candi kami jadikan satu dengan harapan pada saat prapemugaran batu-batu ini bisa disatukan kembali dengan kelompoknya," katanya.

Ia mengatakan, pada prapemugaran mendatang pihaknya akan lebih fokus pada talut di samping kanan kiri jalan batu yang berada di samping candi utama, karena situs-situs yang ditemukan ini bukan merupakan candi utama, melainkan hanya batur-batur saja.

Ia menuturkan, candi yang sebenarnya di Situs Liyangan baru ditemukan pada ekskavasi yang terakhir, yakni candi yang berbentuk kubuh yang berada di ujung paling bawah dari situs ini.

Menurut dia, jika pada prapemugaran ada kekurangan batu untuk penyusunan kembali, untuk melengkapinya akan digunakan batu yang sejenis dan dibentuk sesuai dengan ornamen yang ada.

Ia menuturkan, penggantian batu pada situs tidak melebihi 25 persen dari bangunan situs ini, karena dikhawatirkan akan mengurangi nilai-nilai sejarah dari Situs Liyangan.

Berdasarkan penelitan dari tim ekskavasi, katanya, Situs Liyangan ini dibangun pada abad IX. Hal ini dilihat dari hasil penelitian arang padi dan arang tiang penyangga yang ditemukan di lokasi Situs Liyangan.

Menurut dia, Situs Liyangan dihuni oleh beberapa generasi, hal ini bisa dilihat dari struktur bangunan yang sudah mengalami renovasi beberapa kali, seperti pada talut pembatas selain dibangun dengan menggunakan batu yang berbentuk kubus juga ada tambalan dengan menggunakan batu bulat.

"Hal ini menandakan kalau bangunan yang ada di situs ini sudah beberapa kali mengalami renovasi," katanya.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026