
Umat Katolik Berdoa untuk Pilpres Damai

"Kita bersama berdoa agar Pimilu Presiden dan Wakil Presiden berlangsung damai, lancar, dan aman," kata Kepala Gereja Paroki Santa Maria Fatima Kota Magelang Romo Bonivasius Benny Bambang Sumintarto saat memimpin umatnya untuk melaksanakan misa kudus di Magelang, Minggu.
Setelah membacakan surat edaran Uskup Agung Semarang Monsinyur Johannes Pujasumarta yang berjudul "Gunakan Hak Suara dengan Cerdas dan Bertanggung Jawab", Romo Benny mengharapkan para pemilih tidak salah memberikan suaranya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden.
"Jangan salah memilih pemimpin. Kalau salah memilih, akan mengakibatkan kehidupan berbangsa dan bernegara tidak menjadi lebih baik," katanya.
Pada kesempatan itu, dia juga mengajak umat yang berhak memilih pada pemilihan mendatang memanfaatkan dengan baik masa tenang untuk memikirkan dan merenungkan secara mendalam tentang pasangan calon yang hendak dipilihnya.
Surat edaran Uskup Pujasumarta, antara lain mengajak umat di keuskupan setempat yang meliputi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah itu agar menggunakan hak suara dengan kecerdasan suara hati dan bertanggung jawab.
Hal itu, katanya, suatu upaya konkret tanggung jawab umat Katolik terlibat dalam menyelamatkan negeri dari kesesatan etika dan moral perilaku politis yang akan menjerumuskan negeri dalam kehancuran.
"Mari kita gemakan dan jangan hanya berdiam diri terhadap upaya penyesatan ini. Kita temani penyelenggara pemilu agar bersemangat dan dapat bekerja dengan jujur dan baik. Kita dampingi para saksi di setiap tempat pemungutan suara dan tingkatan-tingkatan di atasnya agar tidak muncul kecurangan-kecurangan," katanya seperti dibacakan oleh Romo Benny pada misa tersebut.
Pada kesempata lain, Kepala Gereja Kevikepan Kedu (Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Temanggung) Romo F.X. Krisno Handoyo mengajak umat merenungkan dengan baik surat edaran Uskup Agung Semarang itu selama masa tenang menjelang hari pemilihan.
Selain itu, katanya, umat juga bertanggung jawab untuk menjaga situasi di lingkungan masing-masing agar tetap kondusif sehingga pemilihan berlangsung aman dan lancar.
"Jaga tutur kata dan perilaku agar tidak memancing provokasi. Masa tenang juga untuk merenungkan surat edaran Bapak Uskup agar kita menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab," katanya.
Pemilihan presiden mendatang, katanya, juga menjadi kesempatan yang baik untuk pembelajaran dan pendewasaan berdemokrasi umat Katolik di daerah itu, apalagi pesta demokrasi saat ini hanya diikuti dua pasangan calon.
Pewarta: M Hari Atmoko
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
