Para pedagang tahu di sejumlah pasar dan para pedagang makanan gorengan masih tetap bisa menjual tahu dan tempe meskipun volumenya tidak sebanyak sebelumnya.
"Saya masih punya stok hasil pembelian tahu dan tempe Minggu (8/9) kemarin. Namun saya tidak menaikkan harga jual," kata pedagang di Pasar Meteseh Kota Semarang, Rahmadi.
Pedagang makanan gorengan, Prasojo, yang mangkal di kawasan Simpang Lima juga masih menjajakan menu favorit tahu susur dan tempe mendoan. Alasannya juga sama mereka bisa membeli untuk kebutuhan beberapa hari ke depan.
Ukuran tahu dan mendoan yang dijual pedagang ini juga masih tetap sama, namun kini harga satuannya dipatok Rp1.500.
Pedagang tahu bakso Cahungaran juga tetap membuka warungnya di pertokoan Simpang Lima. Pelayan toko mengatakan pemilik usaha merek dagang tahu bakso Cahungaran ini membuat tahu sendiri sehingga tidak kehabisan stok.
Harga yang dipatok juga masih sama seperti minggu lalu, yakni Rp25.000 untuk satu dos berisi 10 tahu bakso.
Para produsen tahu nasional melancarkan mogok produksi tahu dan tempe selama tiga hari yang dimulai Senin (9/9) sebagai protes atas kenaikan harga kedelai dari Rp7.000-an menjadi mendekati Rp10.000/kg.