Malware Menghujani Ponsel Pintar
Kamis, 27 Juni 2013 11:37 WIB
Serangan itu juga mulai menyasar jejaring-jejaring perusahaan yang dikreasi untuk keperluan intelijen.
Pada periode 12 bulan sampai Maret 2013, serangan malware ke perangkat mobile naik 614 persen, dengan 92 persennya menyasar Android.
Itu tak mengherankan mengingat 75 persen pangsa pasar ponsel pintar secara global memang didominasi Android. Platform terbuka dengan aturan yang lebih longgar membuat serangan malware lebih ganas.
"Android tak memiliki sistem pemeriksaan seketat platform-platform rivalnya seperti iOS pada Apple dan BlackBerry," kata Karim Toubba, wakil presiden Juniper. "Namun realitasnya semua sistem operasi rentan serangan."
Toubba mengadakan skema dominan serangan malware itu berbentuk pesan teks sms yang menginfeksi ponsel pintar dan lalu secara diam-diam mengirimkan pesan baru ke layanan sms premium berbayar.
Layanan yang mirip digunakan untuk pemungutan suara bagi sebuah program televisi ini bisa menarik untung 10 hingga 50 sen dolar AS (Rp980 - Rp4.900) per sms.
Para peretas secara mudah bisa mengeruk keuntungan dengan menginfeksikan virus ke ponsel-ponsel pintar. Layanan ini mudah dimatikan, tapi juga mudah dibuat lagi untuk menghindari pendeteksian.
Satu pesan sms Trojan bisa menghasilkan 10 dolar AS (Rp98.000) untuk penyerangnya, dan akan berlipat-lipat lagi jika serangan dilakukan berulang-ulang.
Banyak pengguna ponsel pintar yang terjebak menginstal malware dari pesan atau email yang tadinya dikira update software.
Toubba mengatakan sejumlah virus ganas masuk ke saluran-saluran seperti Google Play dan Apple App Store, tapi vendor pihak ketiga lebih banyak lagi diserang malware.
Menurut survey ini, asal serangan walware sebagian besar dari Rusia dan China, demikian AFP.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim Sekolah Vokasi Undip raih juara 3 di ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia
29 September 2026 12:52 WIB
Bandara Ahmad Yani Semarang pakai PLTS untuk penuhi sebagian kebutuhan energi
20 September 2026 22:37 WIB
Polemik PLTP Gunung Ungaran, Pemprov Jateng siap jembatani aspirasi warga
03 September 2026 20:53 WIB
Pemanfaatan pati singkong untuk padamkan kebakaran, ini penjelasan peneliti dari SV Undip
28 August 2026 19:20 WIB
Pemprov Jateng dorong transformasi sektor perhubungan berbasis ekonomi hijau
24 August 2026 22:58 WIB
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Cara pantau CCTV analog via smartphone tanpa perlu beli perangkat baru
24 April 2025 16:29 WIB, 2025
Xiaomi Indonesia kenalkan strategi integrasikan manusia, mobil, dan rumah
31 May 2024 16:17 WIB, 2024