Pelajar Tanam Pohon di Merapi
Rabu, 16 Januari 2013 13:40 WIB
Sejumlah pelajar SMK PIKA Semarang menunjukkan bibit pohon yang akan mereka tanam di lahan milik warga Dusun Gemer, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, di kawasan barat daya puncak Gunung Merapi, Rabu (16/1). (Hari Atmoko/dokumen)
Lahan yang menjadi sasaran penanaman tersebut milik belasan warga setempat, di bagian yang lebih tinggi dari pada beberapa dusun terakhir sebelum puncak Merapi di Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Kawasan itu berjarak sekitar tujuh kilometer barat daya puncak Gunung Merapi.
Mereka yang terlibat dalam aksi penanaman pohon itu, antara lain para siswa SMK PIKA Semarang, SMA Vanlith Muntilan, dan SMK Pangudi Luhur Muntilan, sedangka bibit pohon yang ditanam antara lain sengon, mahoni, suren, dan jati.
Penanaman pohon oleh para siswa itu, dipusatkan di areal yang masuk wilayah Dusun Gemer, Desa Ngargomulyo.
"Ini tidak sekadar menanam, tetapi juga merawat dan memantau pertumbuhan. Setiap tanaman akan dipantau menggunakan GPS (Global Positioning System)," kata Public Relation PIKA Semarang Romo Walferus Teguh Santosa SJ.
Pihaknya telah memastikan bahwa areal penanaman itu berstatus milik masyarakat setempat, sedangkan pemantauan pengelolaan pohon menggunakan GPS, kerja sama PIKA Semarang dengan suatu lembaga ekolabel Indonesia untuk produk furnitur yang berkantor di Semarang.
Selain itu, pihaknya juga mengidentifikasi antara lain setiap pohon yang ditanam, lahan, pemilik lahan, dan nomor GPS, terkait dengan kepentingan pemantauan pertumbuhannya.
Ia menyebut, siswa berasal dari sejumlah sekolah lainnya di kawasan Merapi juga akan turut menanam bibit pepohonan tersebut di sejumlah dusun setempat lainnya di Desa Ngargomulyo, seperti Batur Duwur, Ngandong, dan Sabrang.
"Selain untuk kepentingan reboisasi hutan rakyat, pohon-pohon itu menjadi aset pemilik lahan untuk kepentingan perekonomian mereka kelak," katanya. Masa tanam pohon sengon sekitar enam tahun, mahoni dan suren, masing-masing sekitar 15 tahun, dan jati sekitar 20 tahun.
Selain itu, katanya, kegiatan tersebut menjadi bagian pembelajaran para siswa, terutama tentang pentingnya pelestarian alam, reboisasi, dan pemanfaatan potensi hutan secara bertanggungjawab.
"Mereka akan selalu ingat bahwa, pernah menanam di Merapi. Ini program berkelanjutan, ada komitmen menanam dan memeliharanya. Kami telah menunjuk koordinator lapangan dari desa ini untuk pengelolaannya," katanya.
Pewarta : M Hari Atmoko
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
UMS kembangkan Lab School dan lakukan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida
23 January 2026 20:14 WIB
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB
Milad ke-16 HW UMS: Dari refleksi perjuangan menuju kader pemimpin yang berdampak
19 January 2026 14:12 WIB