Petambak ikan bandeng, Sutaryo, di Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa, mengatakan bahwa hujan deras dan meluapnya air pasang laut menyebabkan ratusan hektare lahan tambak ikan bandeng tenggelam sehingga sebagian besar ikan hanyut, terseret arus air yang mengalir ke sungai Miduri, Kabupaten Pekalongan.

"Saat ini, hampir sebagian besar petambak ikan merugi karena ikan bandeng yang berada di tambak terseret air sungai, padahal budi daya ikan itu siap dipanen," katanya.

Menurut dia, semula para petambak tidak menduga jika hujan deras yang terjadi di Kabupaten Pekalongan akan mengakibatkan lahan tambak tergenang karena selama ini lahan tambak miliknya bebas dari banjir meski terjadi hujan hujan beberapa hari.

"Selama ini, tidak pernah terjadi banjir meski hujan selama tiga hari. Yang jelas, tenggelamnya lahan tambak itu akibat meluapnya air pasang laut," katanya.

Ketua Kelompok Budi Daya Ikan (Gapoktan) Mina Jaya Pekalongan Utara, Abdul Kholik, mengatakan bahwa sebenarnya budi daya ikan bandeng cukup menguntungkan karena harga barang lauk pauk itu mencapai Rp18 ribu per kilogram.

"Akan tetapi, dengan terjadinya banjir dan luapan air pasang laut para petambak merugi karena mereka justru gagal panen," katanya.

Ia mengatakan bahwa para petambak tidak pernah menduga jika lahan tambaknya akan terkena banjir dan menghanyutkan ikan bandeng yang siap dipanen itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan, Kota Pekalongan, Chandra Herawati, mengatakan bahwa memasuki musim angin barat, para nelayan dan petambak waspada adanya pengaruh alam tersebut.

"Kami akan membantu dengan menginformasikan keadaan cuaca pada nelayan dan petambak ikan sehingga mereka merasa aman saat melaut, termasuk ketika akan terjadi air pasang laut," katanya.

Pewarta : Kutnadi
Editor : Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026