Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog menegaskan komitmennya memperkuat operasional pabrik PT Gendhis Multi Manis (GMM) agar mampu menyerap tebu petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, secara optimal, sekaligus menjaga kepercayaan petani terhadap industri gula nasional.

"Penguatan operasional PT GMM dilakukan Bulog sebagai komitmen dalam menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan petani tebu di Blora," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog Tomi Wijaya dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan sejumlah langkah strategis telah dilakukan sebagai bentuk keseriusan perusahaan dalam memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kinerja operasional pabrik gula demi menjaga kepentingan petani.

Sebagai bagian dari upaya pembenahan, Bulog telah mengusulkan pergantian manajemen PT GMM dengan susunan yang baru.

Tomi menuturkan langkah itu merupakan bentuk respons terhadap berbagai masukan dan harapan yang disampaikan para petani tebu agar perusahaan dapat dikelola secara lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada petani.

Perubahan kepemimpinan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi operasional, meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan, serta mendorong terciptanya hubungan yang lebih baik antara perusahaan dengan petani sebagai mitra utama dalam ekosistem pergulaan.

Selain pembenahan manajemen, Bulog juga telah mengajukan usulan perbaikan mesin boiler PT GMM kepada pemegang saham melalui mekanisme yang berlaku secara prosedural dan berjenjang.

Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan keandalan fasilitas produksi guna mendukung kelancaran proses giling dan optimalisasi kinerja pabrik.

Tomi menegaskan Bulog memahami keberlangsungan operasional pabrik gula yang optimal sangat penting untuk menjamin kelancaran penerimaan dan pengolahan tebu petani.

Oleh karena itu, berbagai upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik dan ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut Tomi mengatakan pihaknya sebagai perusahaan BUMN berkomitmen untuk terus mendengarkan aspirasi petani dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan guna mendukung keberlangsungan industri gula nasional.

“Setiap masukan dari petani menjadi perhatian kami," tuturnya.

Menurutnya berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan merupakan bentuk komitmen Bulog untuk memastikan operasional perusahaan semakin baik serta memberikan manfaat yang optimal bagi petani tebu dan seluruh pemangku kepentingan.

Perum Bulog terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan proses perbaikan berjalan efektif, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pergulaan nasional yang sehat, produktif dan berkelanjutan.

Sebelumnya, PT Gendhis Multi Manis (GMM) Blora, Jawa Tengah, mengalihkan pengiriman tebu petani ke sejumlah pabrik gula lain di sekitar Blora maupun di luar daerah agar hasil panen petani tetap dapat terserap.

"Kami sudah membentuk tim untuk membantu proses pengalihan pengiriman tebu petani ke pabrik gula lain. Sedangkan PG GMM Blora saat ini belum bisa melakukan operasional karena kendala teknis mesin," kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT GMM Sri Emilia Mudiyanti saat berdialog dengan perwakilan petani tebu dan Front Blora Selatan yang menyampaikan aspirasinya secara damai terkait hasil panen tanaman tebu mereka di Blora, Senin (1/6).

Dialog tersebut dihadiri oleh Plt Direktur Utama PT GMM Sri Emilia Mudiyanti, Direktur Operasional PT GMM Krisna Murtiyanto, perwakilan Perum Bulog Andin, perwakilan petani tebu Anton Sudibyo, Khoirul Anwar, Darmawan, Mulyadi, serta perwakilan Front Blora Selatan.

Sri Emilia Mudiyanti menambahkan tim yang dibentuk juga sedang melakukan pendataan wilayah-wilayah yang dapat membantu penyerapan tebu petani.

Sebagai bagian dari Perum Bulog yang merupakan BUMN, kata dia, setiap langkah dan kebijakan yang diambil tetap harus melalui proses evaluasi dan tata kelola sesuai ketentuan yang berlaku. Berbagai langkah penanganan dan koordinasi saat ini masih terus berproses bersama pihak-pihak terkait.