Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak anti mekanisme pasar bebas, namun tetap hadir untuk menjamin kesejahteraan masyarakat sesuai prinsip Pancasila dan negara kekeluargaan.
Saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, Prabowo mengajak para pengusaha mendukung kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui semangat kebersamaan.
“Sekali lagi tidak benar bahwa saya anti mekanisme pasar bebas. Saya tidak anti mekanisme pasar bebas, hanya saya mengerti bahwa pasar bebas bisa diselewengkan,” kata Prabowo sebagaimana dipantau daring dari Jakarta.
Menurut dia, mekanisme pasar bebas dapat memojokkan kelompok masyarakat miskin yang harus bersaing dengan pemodal besar sehingga menimbulkan kesenjangan kemampuan antara kedua pihak.
Karena itu, pemerintah melakukan intervensi untuk memastikan kesejahteraan masyarakat rentan melalui kebijakan afirmatif guna melindungi rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung kasus kematian aktivis buruh Marsinah. Ia menilai pengusaha yang hanya berorientasi pada keuntungan sebesar-besarnya tidak sesuai dengan dasar pendirian Indonesia.
Marsinah diketahui hilang dan ditemukan meninggal dunia beberapa hari kemudian setelah menjadi negosiator ratusan buruh yang melakukan pemogokan karena perusahaan tempatnya bekerja tidak menerapkan upah minimum dan otonomi serikat pekerja.
“Karena itu sekarang pun saya memimpin, saya ingin tegakkan Undang-Undang Dasar kita. Saya ingin tegakkan Pancasila bahwa Indonesia ini negara kekeluargaan. Kepada para pengusaha saya mengajak ayo bersama-sama menjadi Indonesia Incorporated,” ujarnya.
Prabowo menjelaskan konsep Indonesia Incorporated merupakan negara kekeluargaan yang menjamin seluruh rakyat berhak sejahtera dan menikmati kekayaan bangsa.
“Semua rakyat Indonesia berhak atas kekayaan tersebut dan semua pemimpin bertanggung jawab di setiap lapisan untuk memperjuangkan ini dengan semua kekuatan dan keberanian yang ada pada dirinya,” kata Prabowo.