Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kota Magelang memastikan melakukan pendampingan proses evakuasi hingga pemakaman Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki Gunung Slamet berasal dari daerah itu, yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Rabu.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Rabu, menyatakan pihaknya telah mengonfirmasi penemuan jenazah Syafiq Ali di gunung tersebut di area Watu Langgar, Punggungan Gunung Malang, Kabupaten Pemalang.

"Kami mengonfirmasi ananda Ali telah ditemukan. Saat ini fokus utama adalah proses evakuasi. Mengingat medan yang cukup berat, diperkirakan butuh waktu sekitar 15 jam untuk membawa jenazah menuju Basecamp Dipajaya," ujar dia.

Syafiq Ali, warga Perum Depkes, Kelurahan Kramet Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang bersama kawannya, Himawan Choidar Bahran (18), melakukan pendakian Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang pada 27 Desember 2025. 

Oleh karena mereka belum kembali ke "basecamp" pada 28 Desember 2025 hingga pukul 21.00 WIB, tim SAR yang sebelumnya mendapatkan laporan dari pengelola jalur pendakian kemudian melakukan pencarian dan menemukan Himawan seorang diri pada 30 Desember 2025, dalam keadaan selamat namun lemas dan mengalami keram kaki.

 Himawan kemudian dievakuasi oleh tim SAR, sedangkan pencarian terhadap Syafiq dilanjutkan hingga ditemukan pada Rabu ini, sekitar pukul 10.30 WIB.

Catur menjelaskan Pemkot Magelang telah berkoordinasi secara intensif dengan berbagai pihak untuk memastikan proses kepulangan almarhum agar berjalan lancar. Setelah tiba di Basecamp Dipajaya, jenazah akan langsung dibawa ke RSUD Pemalang untuk proses pemulasaran.

Ia mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang telah berkomitmen membantu pengantaran jenazah hingga Kota Magelang, sedangkan BPBD Kota Magelang telah mengirimkan tim ke Pemalang untuk membantu proses serah terima dan pemulangan jenazah ke rumah duka di Perum Depkes Kota Magelang.

Jenasah Syafiq Ali, katanya, rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Sidotopo, Kecamatan Magelang Utara. 

Pemkot Magelang juga terus memberikan perhatian khusus kepada Himawan untuk pemulihan kondisi psikologis.

"Kondisi psikologis Himawan saat ini masih belum stabil. Pemkot Magelang terus melakukan pendampingan kepada Himawan dan keluarganya agar kesehatan mentalnya pulih dan dapat segera kembali beraktivitas," katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim SAR gabungan, relawan, serta masyarakat yang telah membantu, baik dalam bentuk tenaga maupun donasi, bagi proses pencarian korban.

"Semua bantuan yang masuk telah kami salurkan, baik untuk operasional tim pencarian maupun untuk keluarga almarhum. Kami mohon doa dari seluruh warga Kota Magelang agar proses evakuasi berjalan lancar dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata dia.