Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meresmikan Taman Abdulrahman Saleh sebagai ruang bermain ramah anak yang dibangun menggunakan APBD Kota Semarang Tahun 2025.
"Taman ini didesain secara khusus untuk menjadi ruang bermainnya anak-anak, sehingga anak-anak akan sejenak bisa melepaskan diri dari bermain gadget," katanya, di Semarang, Rabu.
Fasilitas taman mengusung konsep Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang mencakup aspek keselamatan, kesehatan, dan tumbuh kembang anak.
Selain area bermain, taman tersebut dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti jogging track, stage show, toilet, hingga pemantauan CCTV.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan orang tua bagi anak di bawah usia 12 tahun karena lokasi taman yang berada di pinggir jalan.
Pembangunan taman seluas 2.000 metwe persegi tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah kota Semarang untuk menyediakan lebih banyak ruang terbuka hijau yang berkualitas bagi masyarakat khususnya anak-anak.
Adanya taman bermain itu menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan predikat Kota Layak Anak Kategori Utama yang telah diraih ibu kota Jawa Tengah pada tahun 2025.
"Kehadiran taman bermain ramah anak Abdulrahman Saleh ini menambah daftar ruang publik yang berkualitas, yang sebelumnya ada dua taman sejenis yaitu Taman Kedondong dan Taman Bumirejo," katanya.
Taman yang terletak di wilayah Manyaran, Semarang Barat itu juga dipersiapkan untuk mendapatkan sertifikasi layak anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Pemerintah berharap ekosistem yang inklusif semacam itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa hanya mengandalkan pengawasan dari pihak kelurahan atau kecamatan saja.
"Saya meminta dukungan dari seluruh masyarakat serta stakeholder untuk ikut bersama-sama merawat dan melindungi taman ini agar benar-benar ramah bagi anak," pungkasnya.