Purbalingga (ANTARA) - Sebanyak 100 pengemudi becak lanjut usia (lansia) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya membantu penarik becak, khususnya lansia, bekerja lebih ringan dan meningkatkan pendapatan mereka.
Penyaluran bantuan becak listrik itu dilakukan oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) kepada para penerima manfaat di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, Kamis.
Salah seorang penerima manfaat, Riswan (67), warga Kembaran Wetan RT 02 RW 02, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut.
“Setiap hari memang narik becak. Rasanya senang sekali dapat bantuan ini,” katanya.
Penerima lainnya, Rahmat Solihin (58) mengaku sangat gembira atas bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo itu.
“Ini gratis, tidak ada biaya apa pun. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu, khususnya Pak Prabowo,” katanya.
Saat memberi sambutan dalam acara penyerahan bantuan, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani mengingatkan becak listrik tersebut tidak boleh dipindahtangankan, apalagi dijual.
Ia meminta seluruh penerima becak listrik untuk menjaga unit bantuan bernilai sekitar Rp22 juta tersebut dan memanfaatkannya secara optimal.
“Ini bantuan pribadi Presiden, tolong digunakan dengan baik. Nanti ada pengecekan rutin setiap enam bulan oleh Dinas Perhubungan, jangan sampai dipindah tangan,” katanya.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Purbalingga memastikan pendampingan melalui Dinas Perhubungan, termasuk monitoring kondisi becak listrik, pengecekan fisik, serta koordinasi perbaikan bila ditemukan kerusakan.
Selain itu, unsur TNI, Polri, dan komunitas turut dilibatkan dalam pengawasan agar bantuan tepat sasaran.
Ia mengharapkan penggunaan becak listrik dapat meningkatkan pendapatan para pengemudi becak hingga Rp150 ribu-Rp200 ribu per hari.
Ia juga mengajak masyarakat Purbalingga menggunakan becak listrik sebagai moda transportasi baru yang aman dan ramah lingkungan.
“Semoga bantuan ini membawa harapan baru bagi para pengayuh becak dan menjadi ikon transportasi Purbalingga,” kata Wakil Bupati
Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan GSN Nanik S Deyang mengatakan program becak listrik merupakan gagasan pribadi Presiden sejak sebelum menjabat.
Menurut dia, Presiden Prabowo secara khusus menggambar desain becak listrik pada 2004 serta memesan produksi awal dari PT LEN dan PT Pindad.
“Beliau sedih melihat banyak penarik becak usia 70 sampai 80 tahun yang masih bekerja dan kebanyakan tidak memiliki becaknya. Ini murni karena kemanusiaan,” katanya.
Nanik mengatakan sekitar 2.700 unit telah dibagikan di berbagai wilayah dan jumlah tersebut ditargetkan mencapai 5.000 unit hingga akhir tahun, sebelum dilanjutkan dengan total pesanan 11.000 unit hingga 2026.