Semarang (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah meminta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang harus bisa membawa kesejahteraan bagi warga sekitarnya.
"KEK Batang jangan hanya menjadi proyek besar tanpa dampak langsung bagi masyarakat lokal, khususnya dalam hal penyediaan lapangan kerja," kata Sarif di Semarang, Senin.
Menurut dia, KEK Batang merupakan proyek jangka panjang yang persiapannya tidak boleh diabaikan sejak dini.
Ia menuturkan, tanpa persiapan matang, dikhawatirkan warga sekitar justru akan tersingkir dari proses pembangunan yang ada di daerahnya sendiri.
"KEK Batang harus benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Ia juga menyoroti tentang integrasi antara kawasan industri dengan dunia pendidikan kejuruan.
Ia menilai pemerintah daerah dan pengelola KEK harus secara konkret menyiapkan tenaga kerja lokal agar siap bersaing, bahkan untuk pekerjaan dasar sekalipun.
"Warga sekitar yang tidak bisa tertampung di dalam kawasan industri bisa diberi wadah untuk pekerjaan lain, apakah itu taman, security, cleaning service. Yang penting, harus disiapkan dari awal," kata legislator dari daerah pemilihan Cilacap dan Banyumas itu.
Dalam transformasi KEK, terdapat tiga sektor yang ditonjolkan di dalamnya yang meliputi industri bidang pengolahan, bidang transportasi dan logistik, serta bidang pariwisata dan properti.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah (ANTARA/HO-DPRD Jateng)
"Dengan status KEK, diharapkan lebih berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Batang," tambahnya.
Oleh karena itu, ia mendorong kerja sama konkret antara pengelola KEK dan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh elemen, termasuk pendidikan dan pelatihan kerja, berjalan seiring sejalan.
Pengembangan ketrampilan masyarakat, lanjut dia, bisa diarahkan ke bidang yang dibutuhkan dalam sektor industri di daerah tersebut.