Festival Jenang ini diawali oleh Wali Kota Surakarta Joko Widodo, dan Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo yang menjual jenang tersebut kepada masyarakat yang hadir di acara tersebut. Jokowi dan Rudy dalam acara menjual jenang kepada tidak harus bayar tetapi dibagi-bagikan secara cuma-cuma.

Wali Kota Surakarta yang akrab disapa Jokowi tersebut menjual jenangnya secara cuma-cuma dengan tangkas dan penuh kesabaran, melayani para pembeli yang sudah menunggu kedatangannya sejak pagi. Berbagai jenis jenang khas Solo, di antaranya Jenang Merah Putih, Sum-sum, Mutiara, Procotan, Grendu dan Ketan Ireng, ludes diserbu masyarakat tak lebih dari satu jam.

Jokowi mengatakan acara tersebut merupakan usaha untuk melestarikan kekayaan budaya kuliner asli Solo. Tidak hanya fisik jenangnya, melainkan juga nilai-nilai di dalamnya juga harus dilestarikan. Jika tidak ini tidak akan dikenalkan kepada generasi muda, jenang tidak lagi dikenal masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan yang pertama digelar, dan selanjutnya akan digelar setia tahun sekali. "Biar ekonomi kreatif ini bisa berkembang. Kalau tidak ada yang mengenal jenang, lama-lama tidak ada lagi yang memproduksi jenang. Lama-lama bisa punah," kata Jokowi sambil menambahkan penyelenggaraan event tersebut merupakan bagian dari usaha pelestarian kuliner asli Solo.