BPBD Purworejo ingatkan potensi longsor di Bruno
Rabu, 20 November 2024 15:19 WIB
Tim SAR mencari korban longsor di Dusun Peniron, Desa Plipiran, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Rabu (20/11/2024). ANTARA/HO - BPBD Purworejo
Purworejo (ANTARA) - Kepala Pelaksanan BPBD Kabupaten Purworejo Yeni Iswantini menjelaskan masih ada potensi longsor di Dusun Peniron, Desa Plipiran, Bruno, Kabupaten Purworejo maka masyarakat yang tinggal di daerah tersebut diminta untuk tetap hati-hati dan waspada.
Saat dikonfirmasi di Purworejo, Rabu, ia menyampaikan, hari ini ada petugas dari Badan Geologi dan ESDM datang ke Purworejo yang menyatakan potensi longsor masih ada di Plipiran, Kecamatan Bruno.
"Jadi jadi jauhi tempat itu, karena potensi longsoran masih ada apalagi kalau terjadi hujan," katanya.
Ia menyampaikan, kalau hujan tidak boleh ada pergerakan, tidak boleh mengamankan aset atau apa pun. Untuk sepeda motor yang tertindih batu tidak boleh diambil karena akan membuat batu bergeser.
Pada kejadian longsor yang terjadi Selasa (19/11) di lokasi tersebut batu besar menimpa show room dan rumah milik Subur.
Kejadian longsor tersebut mengakibatkan empat orang anggota keluarga Subur tertimbun.
Para korban yang telah ditemukan meninggal dunia tersebut adalah anak Subur bernama Susanti (32) dan Refa Yamela, kemudian Mehrunnissa Reya Aresha (4) merupakan cucu dari Subur.
Kemudian istri Subur, Winda Wahyuningsih (38) ditemukan tim SAR pada hari Rabu pukul 08.45 WIB.
Tim SAR yang terlibat dalam pencarian korban sekitar 300 personel, antara lain dari BPBD Kabupaten Magelang, Kebumen, Temanggung, Wonosobo.
Saat dikonfirmasi di Purworejo, Rabu, ia menyampaikan, hari ini ada petugas dari Badan Geologi dan ESDM datang ke Purworejo yang menyatakan potensi longsor masih ada di Plipiran, Kecamatan Bruno.
"Jadi jadi jauhi tempat itu, karena potensi longsoran masih ada apalagi kalau terjadi hujan," katanya.
Ia menyampaikan, kalau hujan tidak boleh ada pergerakan, tidak boleh mengamankan aset atau apa pun. Untuk sepeda motor yang tertindih batu tidak boleh diambil karena akan membuat batu bergeser.
Pada kejadian longsor yang terjadi Selasa (19/11) di lokasi tersebut batu besar menimpa show room dan rumah milik Subur.
Kejadian longsor tersebut mengakibatkan empat orang anggota keluarga Subur tertimbun.
Para korban yang telah ditemukan meninggal dunia tersebut adalah anak Subur bernama Susanti (32) dan Refa Yamela, kemudian Mehrunnissa Reya Aresha (4) merupakan cucu dari Subur.
Kemudian istri Subur, Winda Wahyuningsih (38) ditemukan tim SAR pada hari Rabu pukul 08.45 WIB.
Tim SAR yang terlibat dalam pencarian korban sekitar 300 personel, antara lain dari BPBD Kabupaten Magelang, Kebumen, Temanggung, Wonosobo.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sekolah Vokasi Undip dan PT NDS gelar pelatihan pembuatan perahu fiber untuk warga pesisir
15 January 2026 17:09 WIB
Bank Jateng perkuat sinergi dukung Government Auto Show (GAS) 2025 Purworejo
11 November 2025 16:04 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Pemprov Jateng kaji geologi lahan huntara korban tanah gerak di Kabupaten Tegal
10 February 2026 11:31 WIB
Gubernur pastikan korban tanah gerak di Desa Padasari Tegal dapat hunian tetap
06 February 2026 21:31 WIB
Wapres minta warga terdampak tanah bergerak di Kabupaten Tegal tinggalkan rumah
06 February 2026 21:26 WIB
Wapres Gibran dan Gubernur Jateng kunjungi pengungsi korban tanah gerak di Tegal
06 February 2026 14:06 WIB
Pemkab Tegal: Pergerakan tanah masih bersifat dinamis berdampak ratusan rumah
04 February 2026 21:01 WIB
Pemprov Jateng catat 45 bencana alam sepanjang Januari 2026 masyarakat waspada
02 February 2026 19:45 WIB