Gempa Gunungkidul terasa hingga di Solo Raya
Senin, 26 Agustus 2024 21:10 WIB
Pengumuman gempa oleh BMKG melalui media sosial, Senin (26/8/2024). (ANTARA/Aris Wasita)
Solo (ANTARA) - Gempa yang terjadi di 95 km barat daya Gunungkidul, DIY, dengan kedalaman 30 km, pukul 19.57 WIB, Senin malam, terasa hingga Solo dan beberapa daerah sekitarnya.
Salah satu warga Desi Vitriani di Pojok Mulur, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin, mengatakan sempat merasakan gempa tersebut.
Bahkan, hingga pukul 20.30 WIB dirinya bersama para tetangga masih berada di luar rumah mengantisipasi terjadinya gempa susulan.
"Tadi saya kan baru tiduran, terus tiba-tiba terasa gempa. Lampu di rumah saya goyang cepat sekali," katanya.
Bahkan, para tetangga kampungnya sampai membunyikan kentongan tanda bahaya.
"Saya merasakan tadi sekitar 10 detik. Tadi kami langsung keluar rumah karena kentongan sampai dibunyikan," katanya.
Warga Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten Larasati juga merasakan hal yang sama. Ia bersama suami dan anaknya langsung berlari keluar rumah saat merasakan gempa tersebut.
"Tadi gempanya nggak langsung kencang, pelan dulu baru kemudian kencang banget. Kami langsung lari keluar," katanya.
Sementara itu, pada keterangan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dengan kekuatan magnitudo 5.8 tersebut tidak berpotensi tsunami.
Salah satu warga Desi Vitriani di Pojok Mulur, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin, mengatakan sempat merasakan gempa tersebut.
Bahkan, hingga pukul 20.30 WIB dirinya bersama para tetangga masih berada di luar rumah mengantisipasi terjadinya gempa susulan.
"Tadi saya kan baru tiduran, terus tiba-tiba terasa gempa. Lampu di rumah saya goyang cepat sekali," katanya.
Bahkan, para tetangga kampungnya sampai membunyikan kentongan tanda bahaya.
"Saya merasakan tadi sekitar 10 detik. Tadi kami langsung keluar rumah karena kentongan sampai dibunyikan," katanya.
Warga Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten Larasati juga merasakan hal yang sama. Ia bersama suami dan anaknya langsung berlari keluar rumah saat merasakan gempa tersebut.
"Tadi gempanya nggak langsung kencang, pelan dulu baru kemudian kencang banget. Kami langsung lari keluar," katanya.
Sementara itu, pada keterangan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dengan kekuatan magnitudo 5.8 tersebut tidak berpotensi tsunami.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pendidikan Jasmani FKIP UMS libatkan stakeholder Solo Raya susun kurikulum berdaya saing
10 February 2026 13:00 WIB
Mahasiswa KKN-Dik UMS gelar sosialisasi literasi hoaks di Kelurahan Langkai Palangka Raya
07 February 2026 14:46 WIB
OJK Purwokerto: UMKM masih jadi penopang kinerja jasa keuangan di Banyumas Raya
29 January 2026 13:24 WIB
OJK Purwokerto menilai sektor jasa keuangan di Banyumas Raya tumbuh stabil
08 January 2026 14:37 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Pemprov Jateng kaji geologi lahan huntara korban tanah gerak di Kabupaten Tegal
10 February 2026 11:31 WIB
Gubernur pastikan korban tanah gerak di Desa Padasari Tegal dapat hunian tetap
06 February 2026 21:31 WIB
Wapres minta warga terdampak tanah bergerak di Kabupaten Tegal tinggalkan rumah
06 February 2026 21:26 WIB
Wapres Gibran dan Gubernur Jateng kunjungi pengungsi korban tanah gerak di Tegal
06 February 2026 14:06 WIB
Pemkab Tegal: Pergerakan tanah masih bersifat dinamis berdampak ratusan rumah
04 February 2026 21:01 WIB