Semarang (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang menggelar "Lapor Semarang Goes to Campus" untuk memperluas jangkauan informasi mengenai kanal pengaduan masyarakat dan layanan darurat Call Centre 112.

Sub Koordinator Pengelola Aspirasi dan Informasi Diskominfo Kota Semarang Wulan Asih Setyarini di Semarang, Kamis, menyebutkan kegiatan memasuki putaran perdana dan menyasar generasi Z.

Kegiatan tersebut digelar oleh Diskominfo Kota Semarang bekerja sama dengan Program Studi Diploma 4 (D-4) Informasi dan Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Menurut dia, gen-Z merupakan salah satu ras terkuat dalam penyebarluasan informasi, khususnya di media sosial sehingga perlu diperkenalkan terhadap kanal-kanal informasi milik Pemerintah Kota Semarang, seperti Sapa Mbak Ita dan Call Centre 112.

"Dengan mengenal kanal Sapa Mbak Ita dan Call Center 112 ini, para mahasiswa lokal dan pendatang dapat memanfaatkannya dalam penyampaian aspirasi serta menyebarkan informasi ini agar dapat dimanfaatkan lebih luas lagi oleh masyarakat," katanya.

Rencana ke depan, setidaknya ada lima kegiatan "Goes to Campus" yang akan diselenggarakan Diskominfo Kota Semarang sepanjang 2024 dengan mendatangi atau "roadshow" ke kampus-kampus di Kota Atlas.

Untuk pengaduan publik, kata dia, masyarakat dapat mengakses kanal WhatsApp di nomor 081-215-000-512, website di "sapambakita.lapor.go.id", di Twitter @sapambakita, dan Mobile Apps Sapa Mbak Ita.

Untuk kejadian darurat masyarakat dengan mudah menghubungi nomor 112 guna mendapatkan pertolongan.

Sekretaris Prodi D4 Informasi dan Humas Undip Agus Naryoso menyambut baik kerja sama yang telah dilakukan antara Diskominfo Kota Semarang dan Sekolah Vokasi Undip, khususnya sarjana terapan informasi dan humas.

Melalui kerja sama itu, kata dia, mahasiswa akan diberikan proyek kehumasan untuk membantu memublikasikan layanan publik tersebut, dan ke depan akan dibuka juga kemungkinan magang yang bermanfaat bagi kedua pihak.

"Saya menjamin bahwa informasi yang akan diberikan oleh teman-teman Diskominfo akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Apalagi, bagi anak kos dan perantau ketika jatuh sakit telepon teman belum tentu direspons. Bahkan, enggak punya pulsa. Daripada pusing, kalian bisa menghubungi Call Center 112," katanya.

Senior Program Advisor Pattiros Dini Inayati mengatakan kegiatan tersebut baik untuk mengenalkan kanal pengaduan Sapa Mbak Ita dan Layanan Darurat 112.

"Yang perlu di-'highlight' adalah suara masyarakat harus diberi ruang, termasuk juga para mahasiswa. Masukan, kritikan, aspirasi yang diberikan ini tentunya dapat meningkatkan kinerja dan juga pembangunan Kota Semarang," katanya.

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024