Pemprov Jateng harap arsitek terlibat dalam pembangunan infrastruktur
Sabtu, 30 September 2023 8:13 WIB
Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Tengah Sugiarto. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Semarang (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah mengharapkan keterlibatan arsitek dalam seluruh proyek pembangunan infrastruktur untuk menciptakan hasil yang lebih indah.
"Dari infrastruktur, Jateng khususnya, sebaiknya melibatkan arsitek dalam membuatnya," kata Kepala DPUBMCK Jateng AR Hanung Triyono di Semarang, Jumat.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Festival Arsitektur Jawa Tengah 2023 yang berlangsung di Mal Up Town Semarang mulai 29 September hingga 1 Oktober 2023.
"Jadi, kesan kaku untuk jembatan, untuk lansekap jalan, untuk gedung bisa diatasi dengan keindahan estetika yang dibikin arsitek yang andal. Arsitek juga bisa mewarnai," katanya.
Selain estetika, kata dia, ada pula aspek lain yang akan dipertimbangkan oleh arsitek, seperti aspek lingkungan hingga efisiensi desain gedung.
"Dari bentuk-bentuk gedung yang efisien, dari sumber daya, listriknya hemat, AC (pendingin udara) juga tidak terlalu banyak menghabiskan energi," katanya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jateng Sugiarto mengatakan bahwa arsitek memang harus terlibat dalam pembangunan infrastruktur.
"Bayangin aja, jalan tol sepanjang Jakarta-Surabaya, kalau hanya jalan aja akan bosen. Makanya, sekarang muncul 'rest-rest area' yang didesain begitu rupa sehingga orang bisa beristirahat di situ, menikmati suasana," katanya.
Diakuinya, ahli teknik sipil selama ini lebih menguasai terkait aspek ketahanan dan kekuatan, sedangkan aspek seni belum tersentuh.
"Selama ini, kalau bicara jembatan, bendungan, jalan, kan temen-temen sipil hanya mengandalkan kekuatan, tapi nilai estetika, seni, belum masuk," katanya.
Dengan peran arsitek, Sugiarto mengharapkan mereka bisa masuk untuk memberikan sentuhan seni di beberapa titik sehingga menjadikan suatu tempat atau bangunan yang jauh lebih menarik.
Pembangunan beberapa jembatan, khususnya di Jateng, kata dia, juga sudah melibatkan arsitek sehingga justru menjadi ikon pembangunan.
"Jembatan jadi ikonik, jadi patokan. Ketika mereka melintas jembatan ini, 'Oh, ada ikon di Jateng, Jabar, di Jatim'. Jadi, ada ikon-ikon," katanya.
Baca juga: Pemprov Jateng gencarkan pemberdayaan masyarakat, kurangi kemiskinan
"Dari infrastruktur, Jateng khususnya, sebaiknya melibatkan arsitek dalam membuatnya," kata Kepala DPUBMCK Jateng AR Hanung Triyono di Semarang, Jumat.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Festival Arsitektur Jawa Tengah 2023 yang berlangsung di Mal Up Town Semarang mulai 29 September hingga 1 Oktober 2023.
"Jadi, kesan kaku untuk jembatan, untuk lansekap jalan, untuk gedung bisa diatasi dengan keindahan estetika yang dibikin arsitek yang andal. Arsitek juga bisa mewarnai," katanya.
Selain estetika, kata dia, ada pula aspek lain yang akan dipertimbangkan oleh arsitek, seperti aspek lingkungan hingga efisiensi desain gedung.
"Dari bentuk-bentuk gedung yang efisien, dari sumber daya, listriknya hemat, AC (pendingin udara) juga tidak terlalu banyak menghabiskan energi," katanya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jateng Sugiarto mengatakan bahwa arsitek memang harus terlibat dalam pembangunan infrastruktur.
"Bayangin aja, jalan tol sepanjang Jakarta-Surabaya, kalau hanya jalan aja akan bosen. Makanya, sekarang muncul 'rest-rest area' yang didesain begitu rupa sehingga orang bisa beristirahat di situ, menikmati suasana," katanya.
Diakuinya, ahli teknik sipil selama ini lebih menguasai terkait aspek ketahanan dan kekuatan, sedangkan aspek seni belum tersentuh.
"Selama ini, kalau bicara jembatan, bendungan, jalan, kan temen-temen sipil hanya mengandalkan kekuatan, tapi nilai estetika, seni, belum masuk," katanya.
Dengan peran arsitek, Sugiarto mengharapkan mereka bisa masuk untuk memberikan sentuhan seni di beberapa titik sehingga menjadikan suatu tempat atau bangunan yang jauh lebih menarik.
Pembangunan beberapa jembatan, khususnya di Jateng, kata dia, juga sudah melibatkan arsitek sehingga justru menjadi ikon pembangunan.
"Jembatan jadi ikonik, jadi patokan. Ketika mereka melintas jembatan ini, 'Oh, ada ikon di Jateng, Jabar, di Jatim'. Jadi, ada ikon-ikon," katanya.
Baca juga: Pemprov Jateng gencarkan pemberdayaan masyarakat, kurangi kemiskinan
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Inovasi Hydrozea dari mahasiswa Teknik Kimia UMS, hidrogel ramah lingkungan dari limbah kulit jagung
05 February 2026 15:26 WIB
Teknik Elektro UMS komitmen perkuat literasi kampus sejak dini lewat kunjungan pelajar
04 February 2026 14:44 WIB
UMS masuk 3 besar nasional Prodi Teknik Industri terakreditasi Unggul 2025
04 December 2025 17:55 WIB
Konferensi ICETIA-RAPI 2025 dorong solusi teknik berkelanjutan untuk infrastruktur, energi, dan mobilitas perkotaan
04 December 2025 17:46 WIB
Laboratorium Teknik Mesin UMS kembali jadi destinasi praktikum antarkampus
28 November 2025 16:00 WIB
Teknik Elektro UMS terima bantuan RTU dari PLN untuk tingkatkan praktikum berbasis digitalisasi
17 November 2025 19:35 WIB
Guru Besar Teknik Kimia UMS soroti lemahnya pengawasan impor pada radiasi Cikande
07 November 2025 13:52 WIB