Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebutkan dampak kemarau panjang karena El Nino juga berdampak terhadap banyak tanaman di taman-taman kota yang kering dan mati.

"Ini saya turun ke lapangan mengecek. Karena yang pertama untuk melihat adanya fenomena El Nino musim kemarau sehingga banyak tanaman ini mati," katanya, di Semarang, Jateng, Senin, di sela mengecek taman-taman kota seiring dengan musim kemarau panjang dampak El Nino yang membuat banyak tanaman di taman kota mati.

Karena itu, ia mengajak jajaran organisasi perangkat dinas (OPD) terkait untuk lebih peduli dalam merawat tanaman yang ada di fasilitas umum, seperti taman kota, apalagi di saat musim kemarau seperti ini.

"Saya minta kepada teman-teman ini untuk 'aware', baik dinas-dinas terkait sampai ke bawah-bawahnya ini 'aware', perhatian gitu lo," tegas perempuan pertama yang menjadi Wali Kota Semarang itu.

Bahkan, jika memang harus disiram dengan menghemat air, pihaknya menginstruksikan agar penyiraman dapat dilakukan pada malam hari dari setelah Maghrib sampai setelah Subuh.

Menurut dia, OPD terkait sebaiknya tidak hanya lihai dalam menyusun anggaran dalam membuat taman kota, tetapi juga harus pandai dalam melakukan pemeliharaan taman kota.

"Sangat disayangkan, tanaman yang bagus mati hanya karena awalnya kekurangan air akibat tidak disiram. Banyak dari teman-teman dinas bisa membuat tapi nggak bisa merawat," katanya.

Solusi lainnya, kata dia, dinas disarankan lebih selektif dalam memilih jenis tanaman yang tahan panas serta tidak membutuhkan air banyak seperti tanaman suruh-suruhan atau kacang-kacangan.

"Tidak harus yang macam-macam atau aneh terpenting adalah bersih, nyaman dan hijau. Tanaman tidak usah pilih yang mahal yang penting tahan terhadap panas, yang sudah disampaikan tadi seperti suruh-suruhan, bayam-bayaman," katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar upaya pencegahan banjir seperti "crossing" saluran air agar dilakukan percepatan mumpung masih musim kemarau.

OPD terkait, terutama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) diminta tidak terlena dengan kondisi sekarang yang tidak banjir, sebab curah hujan tinggi yang diperkirakan pada Oktober-November jika tidak diantisipasi akan terjadi banjir lagi.

"Ini kan prioritas untuk pengelolaan banjir, pengendalian banjir. Sehingga apa yang harus dilakukan saat sekarang, ya lakukan," demikian Hevearita Gunaryanti Rahayu.

 

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024