Unsoed Purwokerto jalin kerja sama dengan BPSI-TRI Kementerian Pertanian
Jumat, 25 Agustus 2023 18:41 WIB
Wakil Rektor Unsoed Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Humas Dr. Sos. Waluyo Handoko, S.I.P., M.Sc. (dua dari kanan) menerima bibit kelapa dari Kepala BPSI-TRI Kementan Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P., MAB di Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (16/8/2023). ANTARA/HO-Unsoed
Purwokerto (ANTARA) - , Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjalin kerja sama dengan Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Industri dan Penyegar (BPSI-TRI) Kementerian Pertanian.
Kerja sama tersebut terjalin saat delegasi yang terdiri atas Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Humas Dr. Sos. Waluyo Handoko, S.I.P., M.Sc., Kepala Badan Pelayanan Umum (BPU) Dr. Adi Indrayanto, S.E., M.Sc., serta Subkoordinator Layanan Kerja Sama Sumitro Budi melakukan kunjungan di Kantor BPSI-TRI Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (16/8), dan diterima secara langsung oleh Kepala BPSI-TRI Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P., MAB.
Kepala BPSI-TRI Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P., MAB yang merupakan alumni Fakultas Pertanian mengatakan tugas pokok BPSI-TRI adalah pengujian standar instrumen pertanian, serta penyediaan benih unggul berkualitas dan bersertifikasi.
Menurut dia, komoditas utamanya adalah tanaman industri berupa karet serta tanaman penyegar seperti kakao, kopi, dan teh yang menempati lahan seluas kurang lebih 159 hektare yang dikelola di bawah BPSI-TRI.
Pada lahan tersebut, kata dia, terdapat 774 varietas kopi, kakao, karet, dan teh, 245 di antaranya merupakan varietas kopi dan 40 jenis karet.
Selain itu, lanjut dia, di lahan tersebut juga terdapat jenis kebun produksi dan kebun koleksi.
"Adapun untuk jenis kopi terbanyak yang ada sebagian besar adalah kopi robusta dan liberica yang tumbuh di ketinggian 480-492 mdpl, serta arabica yang dapat tumbuh secara maksimal di atas 800 mdpl. Tanaman lain yang terdapat di lahan tersebut antara lain kelapa, kayu manis, dan kemiri sunan," jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan ada beberapa inovasi teknologi yang telah dikembangkan seperti pengembangan teknologi tanaman kopi yaitu teknologi proses Binturong yang didapat dari fermentasi saliva artificial yang dilakukan di laboratorium dengan mengambil saliva sejenis binatang Binturong asal Sulawesi Selatan.
Baca juga: FISIP Unsoed dan BPJAMSOSTEK menjalin kerja sama dalam program MBKM
"Di samping pengembangan CPO sebagai biodisel dengan nama B100, kemiri sunan juga sudah dikembangkan dengan teknologi menjadi penghasil biodiesel yang dapat menjadi solusi energi untuk masa depan," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Humas Dr. Sos. Waluyo Handoko, S.I.P., M.Sc. menerima pemberian bibit kopi arabica secara gratis sebanyak 7.000 batang yang akan dikirim dalam dua tahap, yakni sebanyak 4.500 batang akan langsung dikirim dan sisanya pada tahap kedua.
Selain bibit kopi arabica, BPSI-TRI juga akan mengirim bibit kelapa sebanyak 700 batang ke .
Pemberian bibit kopi arabica dan kelapa dilakukan secara simbolis oleh Kepala BPSI-TRI Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P., MAB kepada Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Humas Dr. Sos. Waluyo Handoko, S.I.P., M.Sc.
Terkait dengan hal itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Humas Dr. Sos. Waluyo Handoko, S.I.P., M.Sc. mengatakan bibit kopi arabica dan kelapa tersebut akan ditanam di lahan hutan Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga.
Menurut dia, bibit kopi dan kelapa dari BPSI-TRI tersebut nantinya dikelola oleh BPU sebagai unit bisnis yang cukup menjanjikan.
"Di samping sebagai pemasukan bagi , tanaman-tanaman ini nantinya dapat dijadikan sebagai penelitian dan juga edukasi," tegasnya.
Baca juga: Saat Direksi ANTARA berbagi pengalaman dengan sejumlah mahasiswa Unsoed
Baca juga: Direksi ANTARA tularkan "virus" bekerja di BUMN kepada mahasiswa Unsoed
Kerja sama tersebut terjalin saat delegasi yang terdiri atas Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Humas Dr. Sos. Waluyo Handoko, S.I.P., M.Sc., Kepala Badan Pelayanan Umum (BPU) Dr. Adi Indrayanto, S.E., M.Sc., serta Subkoordinator Layanan Kerja Sama Sumitro Budi melakukan kunjungan di Kantor BPSI-TRI Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (16/8), dan diterima secara langsung oleh Kepala BPSI-TRI Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P., MAB.
Kepala BPSI-TRI Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P., MAB yang merupakan alumni Fakultas Pertanian mengatakan tugas pokok BPSI-TRI adalah pengujian standar instrumen pertanian, serta penyediaan benih unggul berkualitas dan bersertifikasi.
Menurut dia, komoditas utamanya adalah tanaman industri berupa karet serta tanaman penyegar seperti kakao, kopi, dan teh yang menempati lahan seluas kurang lebih 159 hektare yang dikelola di bawah BPSI-TRI.
Pada lahan tersebut, kata dia, terdapat 774 varietas kopi, kakao, karet, dan teh, 245 di antaranya merupakan varietas kopi dan 40 jenis karet.
Selain itu, lanjut dia, di lahan tersebut juga terdapat jenis kebun produksi dan kebun koleksi.
"Adapun untuk jenis kopi terbanyak yang ada sebagian besar adalah kopi robusta dan liberica yang tumbuh di ketinggian 480-492 mdpl, serta arabica yang dapat tumbuh secara maksimal di atas 800 mdpl. Tanaman lain yang terdapat di lahan tersebut antara lain kelapa, kayu manis, dan kemiri sunan," jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan ada beberapa inovasi teknologi yang telah dikembangkan seperti pengembangan teknologi tanaman kopi yaitu teknologi proses Binturong yang didapat dari fermentasi saliva artificial yang dilakukan di laboratorium dengan mengambil saliva sejenis binatang Binturong asal Sulawesi Selatan.
Baca juga: FISIP Unsoed dan BPJAMSOSTEK menjalin kerja sama dalam program MBKM
"Di samping pengembangan CPO sebagai biodisel dengan nama B100, kemiri sunan juga sudah dikembangkan dengan teknologi menjadi penghasil biodiesel yang dapat menjadi solusi energi untuk masa depan," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Humas Dr. Sos. Waluyo Handoko, S.I.P., M.Sc. menerima pemberian bibit kopi arabica secara gratis sebanyak 7.000 batang yang akan dikirim dalam dua tahap, yakni sebanyak 4.500 batang akan langsung dikirim dan sisanya pada tahap kedua.
Selain bibit kopi arabica, BPSI-TRI juga akan mengirim bibit kelapa sebanyak 700 batang ke .
Pemberian bibit kopi arabica dan kelapa dilakukan secara simbolis oleh Kepala BPSI-TRI Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P., MAB kepada Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Humas Dr. Sos. Waluyo Handoko, S.I.P., M.Sc.
Terkait dengan hal itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Humas Dr. Sos. Waluyo Handoko, S.I.P., M.Sc. mengatakan bibit kopi arabica dan kelapa tersebut akan ditanam di lahan hutan Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga.
Menurut dia, bibit kopi dan kelapa dari BPSI-TRI tersebut nantinya dikelola oleh BPU sebagai unit bisnis yang cukup menjanjikan.
"Di samping sebagai pemasukan bagi , tanaman-tanaman ini nantinya dapat dijadikan sebagai penelitian dan juga edukasi," tegasnya.
Baca juga: Saat Direksi ANTARA berbagi pengalaman dengan sejumlah mahasiswa Unsoed
Baca juga: Direksi ANTARA tularkan "virus" bekerja di BUMN kepada mahasiswa Unsoed
Pewarta : KSM
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Purwokerto siapkan 50.995 tempat duduk antisipasi lonjakan penumpang saat libur Imlek
12 February 2026 13:50 WIB
KAI inspeksi Daop 5 Purwokerto pastikan kesiapan Angkutan Lebaran 2026 lintas selatan
10 February 2026 18:55 WIB
OJK Purwokerto: UMKM masih jadi penopang kinerja jasa keuangan di Banyumas Raya
29 January 2026 13:24 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Prof A. Umar tekankan kepemimpinan visioner untuk selamatkan madrasah dari ketertinggalan
16 February 2026 5:43 WIB
Tak cukup niat baik, Prof Fahrurrozi serukan tata kelola profesional di lembaga islam
15 February 2026 17:44 WIB
Prof Fihris: Pendidikan islam harus jadi ruang aman bagi dialog, bukan arena eksklusivisme
15 February 2026 17:31 WIB
Prof. Ali Murtadho tawarkan rekonstuksi paradigma ekonomi islam integratif-humanistik
15 February 2026 11:46 WIB
Prof. Ali Imron: Hukum Perdata Islam harus hidup berdialog dengan realitas sosial
15 February 2026 9:44 WIB