Semarang (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Dito Ariotedjo mendukung sekolah negeri maupun swasta yang memasukkan olahraga pada kurikulum pendidikannya masing-masing sebagai upaya pembibitan atlet sejak dini.

“Kemenpora siap berkolaborasi dan support pengembangan pendidikan yang berbasis keolahragaan,” kata Menpora usai berkunjung ke SMA Terang Bangsa di Semarang, Selasa.

Menpora secara khusus mengapresiasi almamater sekolah dari Bek Timnas Pratama Arhan yang berkarir di Liga Jepang karena berinovasi memadukan pendidikan dengan olahraga.

Hal itu bisa dimulai dari beberapa cabang olahraga terlebih dulu seperti bola basket, atletik atau renang.

“Ini yang perlu kita catat karena kurikulum tidak hanya perspektif fisik, namun dari unsur pendidikan juga dipikirkan. Semoga ini bisa menjadikan pembinaan usia dini untuk mencetak atlet-atlet nasional maupun internasional dari Indonesia,” ujarnya.

Menurut Menpora, hal tersebut bisa menjadi contoh dan diaplikasikan ke sekolah-sekolah negeri maupun swasta di Indonesia seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo.

“Penggabungan pendidikan formal dengan pendidikan olahraga inilah kombinasi yang baik dan kami berharap ini diikuti oleh berbagai macam yayasan maupun lembaga pendidikan di Indonesia karena pendidikan merupakan fondasi dan modal utama bagi manusia,” katanya.

Menpora mengungkapkan, saat ini sudah ada lima sekolah yang menjadi percontohan perpaduan pendidikan dengan olahraga yang antara lain berada di Jakarta, Surakarta, Sumatera dan Papua.

“Jadi walaupun fokus pada olahraga prestasi, tapi harus punya mimpi tinggi untuk pendidikan agar ke depan, dunia dan kehidupan atlet kita bisa memastikan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
 


Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024