Santri lansia belajar agama di Ponpes Sepuh Payaman Magelang
Sabtu, 25 Maret 2023 14:05 WIB
Para lansia mengaji di Ponpes Sepuh Payaman Kabupaten Magelang. ANTARA/Anis Efizudin
Magelang (ANTARA) - Para santri lanjut usia (lansia) dari berbagai daerah mendalami agama Islam di Pondok Pesantren Sepuh Putri Masjid Agung Payaman, Secang, Kabupaten Magelang, selama bulan Ramadhan 1444 H.
Pengasuh Ponpes Sepuh Payaman Kiai Mafatihul Huda di Magelang, Sabtu, menyampaikan sampai saat ini ada 150 santri lansia belajar di sini, mereka terdiri atas 50 santri reguler dan 100 santri khusus bulan Ramadhan.
"Khusus santri bulan puasa berlangsung dari tanggal 1-20 Ramadhan 1444 H," katanya.
Ia mengatakan meskipun sebenarnya hanya khusus santri perempuan, tetapi karena santri laki-laki juga antusias maka tetap menerima santri laki-laki.
Khusus santri laki-laki tidak tinggal di asrama, tetapi di rumah penduduk sekitar ponpes. Tahun ini ada 40 santri laki-laki dari total 150 santri.
Huda menuturkan aktivitas Ramadhan di ponpes ini dilakukan lagi setelah tiga tahun tidak ada kegiatan karena pandemi COVID-19.
"Waktu pandemi tiga tahun kami tidak ada kegiatan sama sekali, karena memang santrinya sudah tua-tua semua, kebanyakan lansia sehingga sangat rentan. Sebelum Covid-19, setiap Ramadhan santri bisa mencapai 400 orang" katanya.
Ia menyebutkan para santri diajari tentang tafsir, fikih, tasafuf, hadits, dan melakukan shalat tahajud setiap malam.
"Hampir setiap shalat lima waktu diikuti pengajian untuk menyampaikan materi-materi tersebut," katanya.
Menurut dia Pondok Sepuh ini lebih menekankan pada menenangkan hati dan kedisiplinan seperti berjamaah, hidup bersama.
"Jadi tidak harus menulis terus dikasih rapor tidak, tetapi langsung pada pengamalan dan contoh. Baca Alquran diberi contoh yang benar, diajari shalat yang benar, dan lainnya," katanya.
Seorang santri Siti Khotijah Mashuri (68) mengatakan ingin belajar agama di ponpes ini untuk ibadah.
"Dulu suami saya sebelum meninggal juga belajar di ponpes ini, maka saya meneruskan. Sudah sekitar 4-5 tahun setiap Ramadhan belajar di Pondok Sepuh ini," kata perempuan asal Ambarawa ini.
Ia merasa senang di ponpes tersebut karena banyak teman dari berbagai daerah, tambah pengalaman dan tambah ilmu.
Baca juga: Cegah stunting di Demak, Santri Dukung Ganjar Jateng gelar penyuluhan gizi anak
Pengasuh Ponpes Sepuh Payaman Kiai Mafatihul Huda di Magelang, Sabtu, menyampaikan sampai saat ini ada 150 santri lansia belajar di sini, mereka terdiri atas 50 santri reguler dan 100 santri khusus bulan Ramadhan.
"Khusus santri bulan puasa berlangsung dari tanggal 1-20 Ramadhan 1444 H," katanya.
Ia mengatakan meskipun sebenarnya hanya khusus santri perempuan, tetapi karena santri laki-laki juga antusias maka tetap menerima santri laki-laki.
Khusus santri laki-laki tidak tinggal di asrama, tetapi di rumah penduduk sekitar ponpes. Tahun ini ada 40 santri laki-laki dari total 150 santri.
Huda menuturkan aktivitas Ramadhan di ponpes ini dilakukan lagi setelah tiga tahun tidak ada kegiatan karena pandemi COVID-19.
"Waktu pandemi tiga tahun kami tidak ada kegiatan sama sekali, karena memang santrinya sudah tua-tua semua, kebanyakan lansia sehingga sangat rentan. Sebelum Covid-19, setiap Ramadhan santri bisa mencapai 400 orang" katanya.
Ia menyebutkan para santri diajari tentang tafsir, fikih, tasafuf, hadits, dan melakukan shalat tahajud setiap malam.
"Hampir setiap shalat lima waktu diikuti pengajian untuk menyampaikan materi-materi tersebut," katanya.
Menurut dia Pondok Sepuh ini lebih menekankan pada menenangkan hati dan kedisiplinan seperti berjamaah, hidup bersama.
"Jadi tidak harus menulis terus dikasih rapor tidak, tetapi langsung pada pengamalan dan contoh. Baca Alquran diberi contoh yang benar, diajari shalat yang benar, dan lainnya," katanya.
Seorang santri Siti Khotijah Mashuri (68) mengatakan ingin belajar agama di ponpes ini untuk ibadah.
"Dulu suami saya sebelum meninggal juga belajar di ponpes ini, maka saya meneruskan. Sudah sekitar 4-5 tahun setiap Ramadhan belajar di Pondok Sepuh ini," kata perempuan asal Ambarawa ini.
Ia merasa senang di ponpes tersebut karena banyak teman dari berbagai daerah, tambah pengalaman dan tambah ilmu.
Baca juga: Cegah stunting di Demak, Santri Dukung Ganjar Jateng gelar penyuluhan gizi anak
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
FSRD ISI Solo kunjungi Museum Manusia Purba Sangiran buka peluang kolaborasi
27 January 2026 14:26 WIB
Mahasiswa KKN-Dik UMS sukses dukung milad ke-25 SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro
27 January 2026 13:00 WIB
Mahasiswa TRKP SV Undip jalani magang industri di PT KTU Shipyard Tanjung Riau Batam
26 January 2026 16:16 WIB
Humas UMS dampingi SD Muhammadiyah Palur kelola konten digital perkuat branding sekolah
25 January 2026 18:29 WIB
UMS kembangkan Lab School dan lakukan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida
23 January 2026 20:14 WIB
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB