Dua pencopet berseragam PGRI beraksi di HUT PGRI di Semarang
Sabtu, 3 Desember 2022 15:49 WIB
Dua copet diamankan saat beraksi di acara HUT PGRI di Semarang, Sabtu (ANTARA/ I.C.Senjaya)
Semarang (ANTARA) - Polisi membekuk dua copet berseragam PGRI yang beraksi di acara Peringatan HUT Ke-77 PGRI di Marina Convention Center (MCC) Semarang, Sabtu, yang dihadiri Presiden Joko Widodo.
Kapolsek Semarang Barat Kompol Dicky Hermansyah mengatakan komplotan copet tersebut sengaja mengincar acara yang dihadiri banyak orang.
"Sekitar 15 ribu orang hadir dalam HUT PGRI ini," katanya.
Kedua pelaku yang ditangkap berinisial AT (54) dan MN (61), keduanya merupakan warga Jakarta.
Ia menjelaskan aksi pencopetan itu terungkap ketika seorang korban menangkap salah satu pelaku usai beraksi.
"Korban merasa ada yang mendorong-dorong, kemudian ketika mengecek tas ternyata sudah dalam keadaan terbuka dan uang yang ada di dalamnya sudah tidak ada," katanya.
Menurut dia, korban langsung menangkap pelaku dan menyerahkan ke petugas keamanan.
Ia mengungkapkan saat beraksi kedua pelaku menggunakan pakaian PGRI untuk menyamarkan aksinya.
"Pelaku ini sengaja datang dari Jakarta, kemudian membeli baju PGRI di penjual yang ada di sekitar tempat acara," katanya.
Satu pelaku atas inisial AT langsung diamankan di lokasi kejadian, sementara pelaku lain diamankan di Stasiun Tawang Semarang saat akan kabur ke Jakarta.
Ia menuturkan tersangka AT berperan sebagai eksekutor, sementara MN sebagai penerima barang hasil curian.
Saat beraksi di acara HUT PGRI, kata Dicky, komplotan ini sukses mengambil dua telepon seluler dan uang Rp8 juta dari tiga guru.
Saat ini, polisi masih mendalami dugaan keberadaan dua anggota lain komplotan ini yang belum tertangkap.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian
Kapolsek Semarang Barat Kompol Dicky Hermansyah mengatakan komplotan copet tersebut sengaja mengincar acara yang dihadiri banyak orang.
"Sekitar 15 ribu orang hadir dalam HUT PGRI ini," katanya.
Kedua pelaku yang ditangkap berinisial AT (54) dan MN (61), keduanya merupakan warga Jakarta.
Ia menjelaskan aksi pencopetan itu terungkap ketika seorang korban menangkap salah satu pelaku usai beraksi.
"Korban merasa ada yang mendorong-dorong, kemudian ketika mengecek tas ternyata sudah dalam keadaan terbuka dan uang yang ada di dalamnya sudah tidak ada," katanya.
Menurut dia, korban langsung menangkap pelaku dan menyerahkan ke petugas keamanan.
Ia mengungkapkan saat beraksi kedua pelaku menggunakan pakaian PGRI untuk menyamarkan aksinya.
"Pelaku ini sengaja datang dari Jakarta, kemudian membeli baju PGRI di penjual yang ada di sekitar tempat acara," katanya.
Satu pelaku atas inisial AT langsung diamankan di lokasi kejadian, sementara pelaku lain diamankan di Stasiun Tawang Semarang saat akan kabur ke Jakarta.
Ia menuturkan tersangka AT berperan sebagai eksekutor, sementara MN sebagai penerima barang hasil curian.
Saat beraksi di acara HUT PGRI, kata Dicky, komplotan ini sukses mengambil dua telepon seluler dan uang Rp8 juta dari tiga guru.
Saat ini, polisi masih mendalami dugaan keberadaan dua anggota lain komplotan ini yang belum tertangkap.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satpam UMS dapat apresiasi di HUT Satpam Jateng ke-45 usai bantu Polri ungkap kasus pencurian motor
13 January 2026 19:13 WIB
DWP Kemenkum Jateng ikuti rangkaian peringatan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan
11 December 2025 6:30 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Komjak pastikan terwujudnya Indonesia Emas 2045 selama hukum terus ditaati
14 February 2026 15:09 WIB
Jokowi jalani pemeriksaan di Polresta Surakarta terkait tudingan ijazah palsu
11 February 2026 20:53 WIB