Grobogan (ANTARA) - Sejumlah desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dilanda banjir akibat luapan air Sungai Lusi menyusul tingginya curah hujan, mengakibatkan sejumlah rumah warga terdampak pada Jumat.

Menurut Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Masrikan di Grobogan, Jumat, banjir terjadi di beberapa desa yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Tawangharjo, Kecamatan Purwodadi dan Kecamatan Grobogan.

Jumlah desa yang terdampak banjir, kata dia, untuk sementara ada enam desa, yakni di Kecamatan Purwodadi ada tiga desa, yakni Desa Kedungrejo, Karanganyar dan Desa Nglobar.

Sedangkan di Kecamatan Tawangharjo ada dua desa, yakni Desa Jono dan Desa Mayahan serta di Kecamatan Grobogan hanya terjadi di Desa Rejosari.

Ketinggian genangan banjir masing-masing desa berbeda-beda karena ada yang mencapai 70 centimeter untuk di pemukiman, sedangkan di areal persawahan bisa mencapai 1,5 meter.

Banjir tersebut, kata dia, mulai terjadi pada Jumat sekitar pukul 06.00 WIB yang merupakan banjir musiman dan terjadi apabila hujan turun dengan intensitas tinggi, kemudian debit air di Sungai Lusi akan melonjak hingga meluap dan mengakibatkan banjir.

Rumah yang tergenang banjir untuk saat ini tercatat ada 37 rumah yang tersebar di Desa Jono, Karanganyar, Nglobar dan Wayahan.

"Kami imbau warga untuk tetap waspada karena ketinggian genangan pada siang hari terlihat naik," ujarnya.

Adapun upaya yang dilakukan, antara lain berkoordinasi dengan pemerintah desa terdampak dan pihak terkait.

Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga melakukan asesmen ke lokasi banjir serta melaksanakan giat penyeberangan masyarakat yang hendak berangkat kerja maupun ke sekolah di daerah terdampak banjir karena akses jalan juga tergenang banjir. 


 

Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024