Bupati Jepara ikut melestarikan tradisi padusan jelang Ramadan
Sabtu, 2 April 2022 17:21 WIB
Bupati Jepara Dian Kristiandi bersama sejumlah pimpinan partai politik serta warga maupun anak-anak di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berfoto bersama di sela-sela mandi atau padusan di sungai yang ada di desa setempat menyambut datangnya bulan suci Ramadan. ANTARA/HO-Humas Pemkab Jpr.
Jepara (ANTARA) - Bupati Jepara Dian Kristiandi ikut melestarikan tradisi padusan atau mandi yang biasa dilakukan umat muslim dengan menyucikan diri serta membersihkan jiwa dan raga dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Salah satu tempat yang dijadikan lokasi padusan, yakni aliran sungai di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, yang merupakan salah satu desa wisata di daerah setempat.
"Makna padusan bagi masyarakat jawa untuk menyucikan diri serta membersihkan jiwa dan raga agar siap menghadapi bulan suci Ramadan," kata Bupati Jepara Dian Kristiandi melalui rilis yang diterima Sabtu.
Dalam menggelar tradisi padusan pada Jumat (1/4), didampingi sejumlah pimpinan partai politik (parpol) di Jepara. Di antaranya ada Ketua DPC PKB Jepara Nuruddin Amin, Ketua DPC PPP Jepara Masykuri, Ketua DPC PAN Bambang Harsono, Ketua DPD Golkar Jepara Ahmad Fauzi, dan Ketua DPC Partai Demokrat Jepara M. Latifun.
Warga dan sejumlah anak-anak dari desa setempat juga meramaikan tradisi padusan bersama bupati tersebut.
Saat menuju sungai yang dijadikan tempat padusan, diiringi dengan pembacaan salawat. Setibanya di sungai, sebelum mandi diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Kiai Nuruddin Amin atau Gus Nung.
Karena lokasi setempat merupakan salah satu desa wisata, maka bupati juga memberikan contoh menjaga lingkungan tetap bersih dengan melakukan bersih-bersih sungai bersama warga dan anak-anak.
"Kami ingin memberikan edukasi, selain menjaga kebersihan lingkungan juga penting untuk daya tarik wisata, bahwa kebersihan merupakan sebagian dari imam," ujarnya.
Bupati Jepara bersama rombongan juga melakukan tanam pohon di tepi sungai untuk menjaga kelestarian alam.
Sebelumnya, Bupati Jepara Dian Kristiandi bersama rombongan juga melakukan pendakian ke puncak kaki Gunung Muria dengan menggunakan sepeda motor serta berjalan kaki karena untuk mencapai puncak kaki Gunung Muria yang lokasinya dekat dengan Candi Angin tidak bisa dilalui dengan sepeda motor.
Setibanya di lokasi, bupati menancapkan bendera merah putih di sekitar Candi Angin itu sebagai perwujudan dari kecintaannya terhadap Jepara dan nusantara yang memiliki ragam budaya. ***3***
Salah satu tempat yang dijadikan lokasi padusan, yakni aliran sungai di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, yang merupakan salah satu desa wisata di daerah setempat.
"Makna padusan bagi masyarakat jawa untuk menyucikan diri serta membersihkan jiwa dan raga agar siap menghadapi bulan suci Ramadan," kata Bupati Jepara Dian Kristiandi melalui rilis yang diterima Sabtu.
Dalam menggelar tradisi padusan pada Jumat (1/4), didampingi sejumlah pimpinan partai politik (parpol) di Jepara. Di antaranya ada Ketua DPC PKB Jepara Nuruddin Amin, Ketua DPC PPP Jepara Masykuri, Ketua DPC PAN Bambang Harsono, Ketua DPD Golkar Jepara Ahmad Fauzi, dan Ketua DPC Partai Demokrat Jepara M. Latifun.
Warga dan sejumlah anak-anak dari desa setempat juga meramaikan tradisi padusan bersama bupati tersebut.
Saat menuju sungai yang dijadikan tempat padusan, diiringi dengan pembacaan salawat. Setibanya di sungai, sebelum mandi diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Kiai Nuruddin Amin atau Gus Nung.
Karena lokasi setempat merupakan salah satu desa wisata, maka bupati juga memberikan contoh menjaga lingkungan tetap bersih dengan melakukan bersih-bersih sungai bersama warga dan anak-anak.
"Kami ingin memberikan edukasi, selain menjaga kebersihan lingkungan juga penting untuk daya tarik wisata, bahwa kebersihan merupakan sebagian dari imam," ujarnya.
Bupati Jepara bersama rombongan juga melakukan tanam pohon di tepi sungai untuk menjaga kelestarian alam.
Sebelumnya, Bupati Jepara Dian Kristiandi bersama rombongan juga melakukan pendakian ke puncak kaki Gunung Muria dengan menggunakan sepeda motor serta berjalan kaki karena untuk mencapai puncak kaki Gunung Muria yang lokasinya dekat dengan Candi Angin tidak bisa dilalui dengan sepeda motor.
Setibanya di lokasi, bupati menancapkan bendera merah putih di sekitar Candi Angin itu sebagai perwujudan dari kecintaannya terhadap Jepara dan nusantara yang memiliki ragam budaya. ***3***
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Jepara selidiki kasus kematian enam orang usai mengkonsumsi miras oplosan
11 February 2026 12:55 WIB
Kemenkum Jateng serahkan sertifikat indikasi geografis lima motif tenun troso Jepara
05 February 2026 19:25 WIB
Pemprov Jateng siapkan anggaran perbaikan jalan provinsi di Jepara Rp2 miliar
04 February 2026 8:49 WIB
Tingkatkan kenyamanan, Jepara ajukan revitalisasi 16 pasar tradisional ke pemerintah pusat
04 February 2026 8:46 WIB
Pemprov Jateng catat 45 bencana alam sepanjang Januari 2026 masyarakat waspada
02 February 2026 19:45 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Pelatih Timo Scheunemann sebut pembinaan ekosistem sepak bola putri sudah tepat
15 February 2026 21:09 WIB