Gibran ingin PTM dilaksanakan kembali pekan depan
Selasa, 8 Februari 2022 17:35 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. (ANTARA/Aris Wasita)
Solo (ANTARA) - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka ingin pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan kembali pekan depan setelah dihentikan selama satu minggu untuk menekan penularan COVID-19 di lingkungan sekolah.
"Saya rasa PTM lebih bagus," katanya di Solo, Selasa.
"Mudah-mudahan minggu depan bisa PTM lagi, tetapi tidak memaksa," ia menambahkan.
Pemerintah kota, ia mengatakan, akan melakukan evaluasi selama sepekan ke depan untuk menentukan apakah kegiatan belajar mengajar selanjutnya dilakukan dari jarak jauh atau dilaksanakan secara tatap muka di sekolah.
Wali Kota mengimbau para orang tua memantau kegiatan anak dan memastikan anak menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19.
"Namun tenang saja, warga tidak perlu panik," katanya.
Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan surat edaran mengenai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2 di Kota Surakarta, satuan pendidikan dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran dari jarak jauh.
Hingga Senin (7/2) kasus COVID-19 ditemukan di 37 sekolah di Kota Solo. "Selain itu juga ada dua dari perguruan tinggi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih.
Menurut dia, total ada 444 kasus penularan COVID-19 yang terjadi di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi di Kota Surakarta.
Penemuan kasus penularan COVID-19 di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi sudah ditindaklanjuti dengan pelacakan kasus dan pemeriksaan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Surakarta.
"Saya rasa PTM lebih bagus," katanya di Solo, Selasa.
"Mudah-mudahan minggu depan bisa PTM lagi, tetapi tidak memaksa," ia menambahkan.
Pemerintah kota, ia mengatakan, akan melakukan evaluasi selama sepekan ke depan untuk menentukan apakah kegiatan belajar mengajar selanjutnya dilakukan dari jarak jauh atau dilaksanakan secara tatap muka di sekolah.
Wali Kota mengimbau para orang tua memantau kegiatan anak dan memastikan anak menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19.
"Namun tenang saja, warga tidak perlu panik," katanya.
Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan surat edaran mengenai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2 di Kota Surakarta, satuan pendidikan dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran dari jarak jauh.
Hingga Senin (7/2) kasus COVID-19 ditemukan di 37 sekolah di Kota Solo. "Selain itu juga ada dua dari perguruan tinggi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih.
Menurut dia, total ada 444 kasus penularan COVID-19 yang terjadi di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi di Kota Surakarta.
Penemuan kasus penularan COVID-19 di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi sudah ditindaklanjuti dengan pelacakan kasus dan pemeriksaan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Surakarta.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Surakarta kembali buka proses seleksi calon pimpinan BLUD Kawasan Wisata Balekambang
08 January 2026 16:54 WIB
Undip-Poltekkes Surakarta-Thailand kembangkan telapak kaki palsu Indonesia
30 December 2025 21:42 WIB
Kolaborasi Dikdasmen dan FAI UMS, guru ISMUBA Surakarta didorong melek teknologi
27 December 2025 16:32 WIB
Donasi kebencanaan di Aceh dan Sumatera lewat Baznas Surakarta capai Rp531 juta
24 December 2025 19:21 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB
Milad ke-16 HW UMS: Dari refleksi perjuangan menuju kader pemimpin yang berdampak
19 January 2026 14:12 WIB