Syarikat Islam berkomitmen perbaiki ekonomi umat
Sabtu, 4 Desember 2021 6:05 WIB
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas memukul gong tanda dibukanya Kongres Nasional ke-41 Syarikat Islam di Solo, Jumat (3/12/2021) ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Organisasi Syarikat Islam berkomitmen berjuang untuk memperbaiki ekonomi umat baik melalui dakwah maupun optimalisasi teknologi.
"Kami ingin membawa Syarikat Islam kembali ke khitah awal organisasi, yakni melakukan perjuangan memperbaiki ekonomi umat, ekonomi kaum pribumi," kata Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva pada Kongres Nasional ke-41 Syarikat Islam yang mengangkat tema "Penguatan Dakwah Ekonomi Menghadapi Era Masyarakat 5.0" dan juga mengangkat tagline "Kembali ke Laweyan" di Solo, Jumat.
Ia mengatakan sejauh ini Syarikat Islam sudah mengambil posisi yang strategis termasuk mengambil jarak yang sama dengan seluruh partai politik di Indonesia.
"Kami juga tidak meninggalkan dakwah pendidikan, keagamaan. Selama lima tahun ini, perkembangan dakwah ekonomi kita direspon baik oleh kaum organisasi serumpun maupun kalangan luar Syarikat Islam," katanya.
Selain itu, dikatakannya, juga tumbuh bibit-bibit pengembangan ekonomi Syarikat Islam, salah satunya mini market Syarikat Islam yang tumbuh dengan baik.
"Di tengah pandemi justru mendatangkan keuntungan. Syarikat Islam tumbuh dari bawah sehingga mampu memperoleh pondasi kukuh. Semangat bangun usaha sendiri, bangun perusahaan, itulah yang menggembirakan saya," katanya.
Ia mengatakan upaya yang dilakukan oleh pengurus Syarikat Islam untuk memperluas dagang umat, yakni dengan optimalisasi teknologi berbasis internet
"Syarikat Islam mengambil tema society 5.0, kembali ke semangat dagang dan kemandirian. Era ini menuntut tatanan masyarakat serba cepat, efisien, tidak kenal batas. Dua tahun lalu kami melakukan riset, insyaallah kami akan membuat platform di bawah bendera Syarikat Islam. Memberikan akses informasi, pendidikan, hingga berusaha ke semua orang, memfasilitasi jual beli tanpa perantara," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas berharap Syarikat Islam terus konsisten menjalankan dakwah ekonomi.
"Saya yakin Syarikat Islam bisa menghasilkan spirit kuat dalam jalannya roda organisasi. Syarikat Islam juga banyak menelurkan ide untuk tata kehidupan Bangsa Indonesia," katanya.
Selain itu, dikatakannya, Syarikat Islam juga mampu menjadi komunikator dan media sosialisasi umat Islam.
"Mampu menyadarkan umat bahwa dia jadi bagian Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, saya mengajak Syarikat Islam untuk terus menjalin persahabatan dan kerja sama demi ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan)," katanya.
Terkait hal itu, ia juga memastikan Kementerian Agama terbuka dengan berbagai kerja sama demi kemajuan Syarikat Islam.
"Kami ingin membawa Syarikat Islam kembali ke khitah awal organisasi, yakni melakukan perjuangan memperbaiki ekonomi umat, ekonomi kaum pribumi," kata Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva pada Kongres Nasional ke-41 Syarikat Islam yang mengangkat tema "Penguatan Dakwah Ekonomi Menghadapi Era Masyarakat 5.0" dan juga mengangkat tagline "Kembali ke Laweyan" di Solo, Jumat.
Ia mengatakan sejauh ini Syarikat Islam sudah mengambil posisi yang strategis termasuk mengambil jarak yang sama dengan seluruh partai politik di Indonesia.
"Kami juga tidak meninggalkan dakwah pendidikan, keagamaan. Selama lima tahun ini, perkembangan dakwah ekonomi kita direspon baik oleh kaum organisasi serumpun maupun kalangan luar Syarikat Islam," katanya.
Selain itu, dikatakannya, juga tumbuh bibit-bibit pengembangan ekonomi Syarikat Islam, salah satunya mini market Syarikat Islam yang tumbuh dengan baik.
"Di tengah pandemi justru mendatangkan keuntungan. Syarikat Islam tumbuh dari bawah sehingga mampu memperoleh pondasi kukuh. Semangat bangun usaha sendiri, bangun perusahaan, itulah yang menggembirakan saya," katanya.
Ia mengatakan upaya yang dilakukan oleh pengurus Syarikat Islam untuk memperluas dagang umat, yakni dengan optimalisasi teknologi berbasis internet
"Syarikat Islam mengambil tema society 5.0, kembali ke semangat dagang dan kemandirian. Era ini menuntut tatanan masyarakat serba cepat, efisien, tidak kenal batas. Dua tahun lalu kami melakukan riset, insyaallah kami akan membuat platform di bawah bendera Syarikat Islam. Memberikan akses informasi, pendidikan, hingga berusaha ke semua orang, memfasilitasi jual beli tanpa perantara," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas berharap Syarikat Islam terus konsisten menjalankan dakwah ekonomi.
"Saya yakin Syarikat Islam bisa menghasilkan spirit kuat dalam jalannya roda organisasi. Syarikat Islam juga banyak menelurkan ide untuk tata kehidupan Bangsa Indonesia," katanya.
Selain itu, dikatakannya, Syarikat Islam juga mampu menjadi komunikator dan media sosialisasi umat Islam.
"Mampu menyadarkan umat bahwa dia jadi bagian Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, saya mengajak Syarikat Islam untuk terus menjalin persahabatan dan kerja sama demi ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan)," katanya.
Terkait hal itu, ia juga memastikan Kementerian Agama terbuka dengan berbagai kerja sama demi kemajuan Syarikat Islam.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Haedar Nashir: Darul Arqam UMS perkuat One Muhammadiyah dan karakter Islam berkemajuan
07 January 2026 20:08 WIB
Kementerian Kebudayaan targetkan revitalisasi gedung Sarekat Islam pada 2026
30 December 2025 14:14 WIB
UIN Walisongo perkuat citra Kampus Islam Visioner lewat Visit School MAN 2 Tegal
23 December 2025 17:29 WIB
Menbud menyiapkan revitalisasi Gedung Sarekat Islam di Semarang pada 2026
20 December 2025 10:09 WIB
Dosen UMS beri pesan soal peran umat Islam di era global pada Pengajian Akbar Milad-113 Muhammadiyah
26 November 2025 15:39 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Wagub Jateng: Pimpinan daerah terapkan pakta integritas pelayanan masyarakat
21 January 2026 19:10 WIB