Jateng gencarkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi
Rabu, 25 Agustus 2021 22:03 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyaksikan pengunjung mal menggunakan aplikasi PeduliLindungi. ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggencarkan sosialisasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi di pusat perbelanjaan, mal, dan restoran sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan.
"Masyarakat mesti diberi pemahaman, inilah kebiasaan baru untuk melindungi. Sedikit demi sedikit, ini harapan kita bagian dari komitmen dan belajar kita, sehingga nanti kalau masyarakat terbiasa semuanya sih dugaan saya juga akan tidak merepotkan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Jateng, Rabu.
Ganjar mengatakan bahwa pemerintah sudah menyiapkan aplikasi PeduliLindungi itu menjadi yang pokok sehingga sekarang persoalannya bagaimana mengimplementasikannya di lapangan.
Ia mengusulkan pelaksanaannya dilakukan dengan uji coba sesuai dengan level PPKM tertentu yang memperbolehkan uji coba pembukaan restoran atau mal.
"Dengan itu kita bisa segera tahu kesulitan-kesulitannya apa karena memang kita suka tidak suka, mau tidak mau, harus memasuki kebiasaan baru," ujarnya.
Baca juga: Aplikasi PeduliLindungi, Data aman dan proteksi COVID-19
Terkait dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, sejumlah pengelola mal di Kota Semarang sudah menyiapkan prosedur dan perangkat elektronik guna membatasi jumlah pengunjung dan mengizinkan masyarakat bisa masuk ke mal.
Salah satu syaratnya adalah pengunjung wajib sudah divaksin dosis pertama maupun dosis kedua.
General Manager Mal Ciputra Ani Suyatmi mengatakan sesuai arahan dari pemerintah pusat berkaitan dengan pembukaan pusat perbelanjaan atau mal, maka pihaknya menyiapkan perangkat pendukung terkait aplikasi PeduliLindungi.
Perangkat yang telah disiapkan adalah alat pemindai atau QR code untuk memantau masuk keluarnya pengunjung.
Baca juga: Solo Grand Mal sosialisasikan penggunaan "QR Code" Peduli Lindungi
Selain itu, pengunjung yang masuk juga diwajibkan mengunduh aplikasi PeduliLindungi di gawai masing-masing.
"Pengunjung yang masuk mal harus sudah vaksin dan harus sudah download aplikasi PeduliLindungi karena pada saat mau masuk mal harus discan QR code-nya, cukup mudah," katanya.
Sementara itu, General Manager Mal Paragon Lie Jemmy menambahkan pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam menerima tiap pengunjung sesuai instruksi dari pemerintah pusat.
Menurutnya, salah satu protokol kesehatan yang diikuti adalah mengenai jumlah pengunjung mal tiap harinya.
"Kami diizinkan buka dengan kapasitas tertentu dan menjalankan prokes," ujarnya.(LHP)
"Masyarakat mesti diberi pemahaman, inilah kebiasaan baru untuk melindungi. Sedikit demi sedikit, ini harapan kita bagian dari komitmen dan belajar kita, sehingga nanti kalau masyarakat terbiasa semuanya sih dugaan saya juga akan tidak merepotkan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Jateng, Rabu.
Ganjar mengatakan bahwa pemerintah sudah menyiapkan aplikasi PeduliLindungi itu menjadi yang pokok sehingga sekarang persoalannya bagaimana mengimplementasikannya di lapangan.
Ia mengusulkan pelaksanaannya dilakukan dengan uji coba sesuai dengan level PPKM tertentu yang memperbolehkan uji coba pembukaan restoran atau mal.
"Dengan itu kita bisa segera tahu kesulitan-kesulitannya apa karena memang kita suka tidak suka, mau tidak mau, harus memasuki kebiasaan baru," ujarnya.
Baca juga: Aplikasi PeduliLindungi, Data aman dan proteksi COVID-19
Terkait dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, sejumlah pengelola mal di Kota Semarang sudah menyiapkan prosedur dan perangkat elektronik guna membatasi jumlah pengunjung dan mengizinkan masyarakat bisa masuk ke mal.
Salah satu syaratnya adalah pengunjung wajib sudah divaksin dosis pertama maupun dosis kedua.
General Manager Mal Ciputra Ani Suyatmi mengatakan sesuai arahan dari pemerintah pusat berkaitan dengan pembukaan pusat perbelanjaan atau mal, maka pihaknya menyiapkan perangkat pendukung terkait aplikasi PeduliLindungi.
Perangkat yang telah disiapkan adalah alat pemindai atau QR code untuk memantau masuk keluarnya pengunjung.
Baca juga: Solo Grand Mal sosialisasikan penggunaan "QR Code" Peduli Lindungi
Selain itu, pengunjung yang masuk juga diwajibkan mengunduh aplikasi PeduliLindungi di gawai masing-masing.
"Pengunjung yang masuk mal harus sudah vaksin dan harus sudah download aplikasi PeduliLindungi karena pada saat mau masuk mal harus discan QR code-nya, cukup mudah," katanya.
Sementara itu, General Manager Mal Paragon Lie Jemmy menambahkan pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam menerima tiap pengunjung sesuai instruksi dari pemerintah pusat.
Menurutnya, salah satu protokol kesehatan yang diikuti adalah mengenai jumlah pengunjung mal tiap harinya.
"Kami diizinkan buka dengan kapasitas tertentu dan menjalankan prokes," ujarnya.(LHP)
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cegah Mpox, Indonesia kembali terapkan sistem deteksi dini bagi pendatang dari luar negeri
27 August 2024 12:38 WIB, 2024
Pemkot Surakarta pastikan belum ada syarat PeduliLindungi untuk beli minyak goreng
27 June 2022 23:11 WIB, 2022
Kemenkes: "Top 10" mal tak patuh gunakan PeduliLindungi termasuk Matahari Pekalongan
10 February 2022 13:29 WIB, 2022
Polres Sukoharjo gencar cek aplikasi PeduliLindungi pelaku perjalanan.
29 December 2021 17:58 WIB, 2021
Pemkab Batang simulasikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di objek wisata
26 November 2021 7:03 WIB, 2021
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Daftar harga emas di Pegadaian hari ini, tembus angka Rp2,918 juta per gram
22 January 2026 8:20 WIB