Pandemi COVID-19, minat masyarakat belajar pasar modal meningkat
Kamis, 2 Juli 2020 20:23 WIB
Kepala Kantor Perwakilan BEI Semarang Fanny Rifqi ANTARA/Nur Istibsaroh
Semarang (ANTARA) - Di masa pandemi COVID-19, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Semarang mencatat minat masyarakat belajar pasar modal meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Semarang Fanny Rifqi menyebutkan sejak Januari-Februari 2020 ada 8 kegiatan edukasi tatap muka dan 10 webinar, dan 43 live instagram (dilakukan sebelum pandemi COVID-19), sedangkan selama pandemi mulai Maret sampai Juli 2020 ada 44 kegiatan literasi dan 18 webinar.
"Di tengah pandemi, masyarakat masih peduli, mempunyai keinginan untuk belajar, dan berinvestasi," kata Fanny.
Fanni menjelaskan selama pandemi COVID-19 seluruh kegiatan mulai dari edukasi, literasi, dan aktivasi sekolah pasar modal dilakukan secara online bisa dari rumah, sehingga lebih efektif dan fleksibel.
"Dengan online minat masyarakat belajar semakin tinggi karena jangkauan media sosial sangat luar biasa," kata Fanny.
Fanny mencatat masyarakat yang berminat belajar pasar modal kebanyakan usia produktif lalu disusul mahasiswa.
Fanny menambahkan BEI terus menggenjot penambahan jumlah investor baru melalui sejumlah galeri investasi yang berada di sejumlah kampus dengan sasaran para mahasiswa dan masyarakat di sekitar kampus.
"Untuk Batang, Rembang, dan Banjarnegara memang sedikit yang jadi investor karena keterbatasan daerah untuk pengembangan pasar modal karena memang tidak mempunyai perguruan tinggi," katanya.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Semarang Fanny Rifqi menyebutkan sejak Januari-Februari 2020 ada 8 kegiatan edukasi tatap muka dan 10 webinar, dan 43 live instagram (dilakukan sebelum pandemi COVID-19), sedangkan selama pandemi mulai Maret sampai Juli 2020 ada 44 kegiatan literasi dan 18 webinar.
"Di tengah pandemi, masyarakat masih peduli, mempunyai keinginan untuk belajar, dan berinvestasi," kata Fanny.
Fanni menjelaskan selama pandemi COVID-19 seluruh kegiatan mulai dari edukasi, literasi, dan aktivasi sekolah pasar modal dilakukan secara online bisa dari rumah, sehingga lebih efektif dan fleksibel.
"Dengan online minat masyarakat belajar semakin tinggi karena jangkauan media sosial sangat luar biasa," kata Fanny.
Fanny mencatat masyarakat yang berminat belajar pasar modal kebanyakan usia produktif lalu disusul mahasiswa.
Fanny menambahkan BEI terus menggenjot penambahan jumlah investor baru melalui sejumlah galeri investasi yang berada di sejumlah kampus dengan sasaran para mahasiswa dan masyarakat di sekitar kampus.
"Untuk Batang, Rembang, dan Banjarnegara memang sedikit yang jadi investor karena keterbatasan daerah untuk pengembangan pasar modal karena memang tidak mempunyai perguruan tinggi," katanya.
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengadilan tinggi tolak banding Heri Sasongko, pemegang saham PT Mahesa Jenar
22 April 2025 5:43 WIB
BRIS cetak "return" tertinggi di antara emiten perbankan sepanjang 2024
31 December 2024 19:24 WIB, 2024
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB