Warga Batang diminta waspada longsor dan banjir
Selasa, 31 Desember 2019 17:41 WIB
Bupati Batang Wihaji didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ulul Azmi sedang melakukan kesiapan penanggulangan bencana. ANTARA/Kutnadi
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengingatkan warga agar selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya tanah longsor dan banjir seiring dengan meningkatnya intensitas curah hujan yang melanda di daerah ini.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Ulul Azmi di Batang, Selasa, mengatakan bahwa meski saat ini bencana belum sampai menimbulkan korban jiwa namun masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya longsor dan banjir.
Baca juga: Sepanjang 2019 terjadi 166 bencana longsor di Banjarnegara
"Perlu kewaspadaan terhadap bahaya longsor dan banjir sebagai upaya mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," tambahnya.
Menurut dia, sejumlah wilayah kecamatan rawan longsor antara lain Blado, Reban, Tersono, Bandar, dan Limpung sedang banjir berada di wilayah Kecamatan Batang Kota dan Warungasem.
Secara geografis, lanjut dia wilayah Kabupaten Batang terdapat banyak perbukitan, pegunungan, dan sungai.
"Oleh karena, kami mengimbau bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir agar menjaga lingkungan dengan baik dan tidak membuang sampah sembarangan," katanya.
Ia mengemukakan selama memasuki bulan Desember 2019, BPBD sudah menerima sebanyak 2 laporan terkait terjadinya longsor yaitu di Kecamatan Reban dan Tersono.
"Intensitas curah hujan yang cukup tinggi di wilayah atas pada 21 Desember 2019 dan 28 Desember 2019 mengakibatkan longsor di Kecamatan Reban dan Tersono. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu namun kerugian mencapai sekitar Rp8 juta," jelasnya.
Baca juga: Akademisi: Pohon berakar kuat bisa cegah tanah longsor
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Ulul Azmi di Batang, Selasa, mengatakan bahwa meski saat ini bencana belum sampai menimbulkan korban jiwa namun masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya longsor dan banjir.
Baca juga: Sepanjang 2019 terjadi 166 bencana longsor di Banjarnegara
"Perlu kewaspadaan terhadap bahaya longsor dan banjir sebagai upaya mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," tambahnya.
Menurut dia, sejumlah wilayah kecamatan rawan longsor antara lain Blado, Reban, Tersono, Bandar, dan Limpung sedang banjir berada di wilayah Kecamatan Batang Kota dan Warungasem.
Secara geografis, lanjut dia wilayah Kabupaten Batang terdapat banyak perbukitan, pegunungan, dan sungai.
"Oleh karena, kami mengimbau bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir agar menjaga lingkungan dengan baik dan tidak membuang sampah sembarangan," katanya.
Ia mengemukakan selama memasuki bulan Desember 2019, BPBD sudah menerima sebanyak 2 laporan terkait terjadinya longsor yaitu di Kecamatan Reban dan Tersono.
"Intensitas curah hujan yang cukup tinggi di wilayah atas pada 21 Desember 2019 dan 28 Desember 2019 mengakibatkan longsor di Kecamatan Reban dan Tersono. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu namun kerugian mencapai sekitar Rp8 juta," jelasnya.
Baca juga: Akademisi: Pohon berakar kuat bisa cegah tanah longsor
Pewarta : Kutnadi
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Batang kampanyekan tentang pemenuhan gizi seimbang cetak generasi emas
10 February 2026 15:55 WIB
Pemkab Batang - PLTU tingkatkan kemampuan teknis nelayan perbaiki mesin kapal
10 February 2026 8:04 WIB
Pemprov Jateng alokasikan anggaran pengerukan pendangkalan muara sungai Batang
07 February 2026 13:31 WIB
Pemkab Batang salurkan bantuan pangan bagi 6 ribu keluarga nelayan terdampak banjir
06 February 2026 13:19 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Pemprov Jateng kaji geologi lahan huntara korban tanah gerak di Kabupaten Tegal
10 February 2026 11:31 WIB
Gubernur pastikan korban tanah gerak di Desa Padasari Tegal dapat hunian tetap
06 February 2026 21:31 WIB
Wapres minta warga terdampak tanah bergerak di Kabupaten Tegal tinggalkan rumah
06 February 2026 21:26 WIB
Wapres Gibran dan Gubernur Jateng kunjungi pengungsi korban tanah gerak di Tegal
06 February 2026 14:06 WIB
Pemkab Tegal: Pergerakan tanah masih bersifat dinamis berdampak ratusan rumah
04 February 2026 21:01 WIB
Pemprov Jateng catat 45 bencana alam sepanjang Januari 2026 masyarakat waspada
02 February 2026 19:45 WIB