Sertifikat tanah warga Pati ditarget tuntas 2023
Kamis, 12 Desember 2019 19:35 WIB
Bupati Pati Haryanto menyerahkan sertifikat tanah program PTSL kepada warga Desa Terteg, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati,, Kamis (12/12/2019). (ANTARA/Dok.)
Pati (ANTARA) - Kantor Pertanahan Kabupaten Pati menargetkan seluruh bidang tanah di wilayah itu mendapatkan sertifikat tanah pada 2023.
"Untuk merealisasikan target tersebut, kami berharap masing-masing kepala desa untuk mendaftarkan bidang tanah milik warga sebanyak-banyaknya. Jika sedikit tentu tidak diterima," kata Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pati Yoyok Hadimulyo Anwar. saat menghadiri penyerahan sertifikat tanah melalui program PTSL di Desa Terteg, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Kamis.
Ia optimistis ketika mendapatkan dukungan semua pihak, maka pada 2023 seluruh bidang tanah di Kabupaten Pati bisa tuntas tersertifikasi.
Pada 2020, Kabupaten Pati mendapat jatah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 48.800 bidang, sedangkan jatah pengukuran 60.000 bidang.
Baca juga: Pekalongan targetkan seluruh bidang tanah tersertifikasi
Jumlah sertifikat tanah yang diserahkan di halaman Balai Desa Terteg pada Kamis mencapai 1.000 sertifikat.
Bupati Pati Haryanto mengatakan perlunya masyarakat bersyukur atas program PTSL karena membantu masyarakat mendapatkan sertifikat tanah secara gratis.
"Jika masyarakat mengurus secara reguler, biayanya tentu mahal," ujarnya.
Ia mengingatkan PTSL tidaklah 100 persen gratis karena masih ada biaya patok, materai ,dan beberapa biaya lain-lainnya.
"Biayanya pun masih sangat terjangkau dan tidak memberatkan," katanya.
Kepala Desa Terteg Nur Khamim bersyukur karena warganya bisa mendapat sertifikat tanah karena 1.000 sertifikat telah jadi.
Baca juga: 7.784 sertifikat tanah di Boyolali diserahkan
Baca juga: Jokowi: Tak perlu malu sertifikat untuk agunan
"Untuk merealisasikan target tersebut, kami berharap masing-masing kepala desa untuk mendaftarkan bidang tanah milik warga sebanyak-banyaknya. Jika sedikit tentu tidak diterima," kata Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pati Yoyok Hadimulyo Anwar. saat menghadiri penyerahan sertifikat tanah melalui program PTSL di Desa Terteg, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Kamis.
Ia optimistis ketika mendapatkan dukungan semua pihak, maka pada 2023 seluruh bidang tanah di Kabupaten Pati bisa tuntas tersertifikasi.
Pada 2020, Kabupaten Pati mendapat jatah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 48.800 bidang, sedangkan jatah pengukuran 60.000 bidang.
Baca juga: Pekalongan targetkan seluruh bidang tanah tersertifikasi
Jumlah sertifikat tanah yang diserahkan di halaman Balai Desa Terteg pada Kamis mencapai 1.000 sertifikat.
Bupati Pati Haryanto mengatakan perlunya masyarakat bersyukur atas program PTSL karena membantu masyarakat mendapatkan sertifikat tanah secara gratis.
"Jika masyarakat mengurus secara reguler, biayanya tentu mahal," ujarnya.
Ia mengingatkan PTSL tidaklah 100 persen gratis karena masih ada biaya patok, materai ,dan beberapa biaya lain-lainnya.
"Biayanya pun masih sangat terjangkau dan tidak memberatkan," katanya.
Kepala Desa Terteg Nur Khamim bersyukur karena warganya bisa mendapat sertifikat tanah karena 1.000 sertifikat telah jadi.
Baca juga: 7.784 sertifikat tanah di Boyolali diserahkan
Baca juga: Jokowi: Tak perlu malu sertifikat untuk agunan
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Cilacap cek lokasi bencana banjir dan gerakan tanah di Kalipada Pamulihan
12 February 2026 14:30 WIB
Pemprov Jateng kaji geologi lahan huntara korban tanah gerak di Kabupaten Tegal
10 February 2026 11:31 WIB
Perkenalkan tapak suci, mahasiswa KKN Dik UMS tanamkan ideologi Muhammadiyah di tanah Arab
09 February 2026 13:36 WIB
Gubernur pastikan korban tanah gerak di Desa Padasari Tegal dapat hunian tetap
06 February 2026 21:31 WIB
Wapres minta warga terdampak tanah bergerak di Kabupaten Tegal tinggalkan rumah
06 February 2026 21:26 WIB
Wapres Gibran dan Gubernur Jateng kunjungi pengungsi korban tanah gerak di Tegal
06 February 2026 14:06 WIB
Pemkab Tegal: Pergerakan tanah masih bersifat dinamis berdampak ratusan rumah
04 February 2026 21:01 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
PIK 2026 resmi berjalan, DKPTI UMS dorong mahasiswa bangun usaha berbasis inovasi
14 February 2026 18:54 WIB
Ultimate Talk 7 IKA UMS dorong UMKM Muhammadiyah go internasional di era digital
14 February 2026 18:50 WIB