Realisasi penyaluran KPR FLPP BTN turun
Sabtu, 19 Oktober 2019 21:01 WIB
Ilustrasi-Salah satu kompleks perumahan di Soloraya (Foto: Aris Wasita)
Solo (ANTARA) - Realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) untuk program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) melalui Bank Tabungan Negara (Persero) di wilayah Soloraya pada tahun 2019 mengalami penurunan menyusul habisnya kuota anggaran yang disediakan pemerintah.
"Kalau dibandingkan tahun lalu, kemungkinan tahun ini penurunannya bisa sampai 50 persen," kata Kepala BTN Cabang Surakarta Deddy Armanto di Solo, Sabtu.
Berdasarkan data, hingga saat ini realisasi penyaluran KPR di wilayah Surakarta mencapai sekitar Rp300 miliar
Terkait anggaran untuk KPR FLPP tersebut, dikatakannya, kuota yang disalurkan melalui BTN sudah habis sejak bulan Juli 2019. Otomatis setelah itu penyaluran KPR FLPP oleh BTN untuk masyarakat berpenghasilan rendah ini mulai tersendat.
"Meski periode setelahnya masih tetap menyalurkan tetapi hanya menyesuaikan tambahan kuota yang disediakan oleh kantor pusat. Jumlahnya sangat terbatas," katanya.
Ia mengatakan untuk Soloraya, dalam satu bulan kuota yang disediakan hanya mampu untuk membangun 5-10 unit rumah dengan harga Rp134 juta/unit ini.
Sebelumnya, untuk membantu KPR FLPP, pemerintah sudah mengeluarkan program KPR baru berupa Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).
Meski demikian, dikatakannya, hingga saat ini masih ada sejumlah kendala yang dihadapi, salah satunya terkait kesiapan Pemda dalam menerbitkan sertifikat laik fungsi (SLF).
"Kalau untuk program ini memang kami sudah pecah telur tetapi penyalurannya masih sangat minim. Untuk di Soloraya baru dua unit rumah di Karanganyar yang menggunakan fasilitas pembiayaan ini," katanya.
Baca juga: Apersi berharap anggaran tambahan FLPP segera cair
Baca juga: Kuota KPR habis, REI terkendala bangun FLPP
"Kalau dibandingkan tahun lalu, kemungkinan tahun ini penurunannya bisa sampai 50 persen," kata Kepala BTN Cabang Surakarta Deddy Armanto di Solo, Sabtu.
Berdasarkan data, hingga saat ini realisasi penyaluran KPR di wilayah Surakarta mencapai sekitar Rp300 miliar
Terkait anggaran untuk KPR FLPP tersebut, dikatakannya, kuota yang disalurkan melalui BTN sudah habis sejak bulan Juli 2019. Otomatis setelah itu penyaluran KPR FLPP oleh BTN untuk masyarakat berpenghasilan rendah ini mulai tersendat.
"Meski periode setelahnya masih tetap menyalurkan tetapi hanya menyesuaikan tambahan kuota yang disediakan oleh kantor pusat. Jumlahnya sangat terbatas," katanya.
Ia mengatakan untuk Soloraya, dalam satu bulan kuota yang disediakan hanya mampu untuk membangun 5-10 unit rumah dengan harga Rp134 juta/unit ini.
Sebelumnya, untuk membantu KPR FLPP, pemerintah sudah mengeluarkan program KPR baru berupa Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).
Meski demikian, dikatakannya, hingga saat ini masih ada sejumlah kendala yang dihadapi, salah satunya terkait kesiapan Pemda dalam menerbitkan sertifikat laik fungsi (SLF).
"Kalau untuk program ini memang kami sudah pecah telur tetapi penyalurannya masih sangat minim. Untuk di Soloraya baru dua unit rumah di Karanganyar yang menggunakan fasilitas pembiayaan ini," katanya.
Baca juga: Apersi berharap anggaran tambahan FLPP segera cair
Baca juga: Kuota KPR habis, REI terkendala bangun FLPP
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pekalongan terdampak banjir, PLN gerak cepat amankan listrik dan salurkan bantuan bagi pengungsi
22 January 2026 13:34 WIB
Siaga 24 jam, Offtakes Tandes PGN pastikan penyaluran gas wilayah Surabaya lancar
28 November 2025 12:37 WIB
BRI Regional Office Semarang salurkan KUR Rp14,02 triliun, dorong kapasitas UMKM
26 November 2025 22:18 WIB
Penyidikan korupsi bansos beras, KPK panggil lima pendamping PKH di Polresta Magelang
25 November 2025 15:30 WIB
BRI dorong pertumbuhan inklusif lewat penyaluran KUR senilai Rp147,2 triliun
21 November 2025 7:58 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB