Jakarta (ANTARA) - Rosminah, ibunda Akbar Alamsyah, korban demo pelajar di DPR RI tidak kuasa menahan tangis dan histeris setelah jenazah anaknya kebumikan di TPU wakaf belakang SESKOAL Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat.

Sebelum ketika berjalan tak jauh dari makam sang anak, lalu menangis dan berteriak histeris.

Pada saat jenazah anaknya dimasukkan ke liang lahat sekitar pukul 08.35 WIB, Rosminah hanya terisak dan menangis dalam diam sambil dipapah kerabat dan suaminya.

Setelah prosesi pemakaman, pembacaan doa dipimpin Imam Masjid Roudhatul Jannah, pihak keluarga dipersilahkan untuk berdoa di makam Akbar.

Rosminah mendekat ke papan nisan sang anak. Usai memanjatkan doa, dia mencium papan nisan yang bertuliskan nama "Akbar Alam R bin Yanuar".

Seketika Rosminah menangis dan berkata "maaf kan mama ya nak..." sambil mencium nisan anaknya.



Saat itu tangisnya pecah. Keluarga dan kerabat mengingatkan sang ibu untuk tidak menangis di makam anaknya.

"Hati-hati air mata jangan sampai kena kuburan," kata salah seorang kerabatnya.

Yanuar memeluk istrinya. "Kamu kuat, harus ikhlas," kata Yanuar kepada istrinya.

Lagi-lagi Rosminah tersungkur di atas pusara sang anak, dan meminta maaf atas kesalahannya serta mendoakan jenazah anaknya diterima oleh Allah SWT.

"Maafkan mama ya anak, Alam baik-baik di sana. Maaf kan mama ya, mama suka marahin Alam," kata Rosminah sambil mencium tumpukan tanah di atas makam anaknya.

Berkali-kali Rosminah tersungkur di tanah dalam isak tangisnya.

Saat dikonfirmasi kepada pihak keluarga, tidak ada satu pun yang bersedia berkomentar, termasuk ayah Akbar, Yanuar.

Baca juga: Ratusan pelajar SMA/SMK Yogyakarta ikut aksi #GejayanMemanggil2

Yanuar hanya menyalami wartawan yang menyampaikan ucapan bela sungkawa. Lalu bergegas pergi menyusul sang istri ke rumah kerabatnya yang berada tidak jauh di lokasi pemakaman.

Dari dalam rumah berlantai dua dengan cat berwarna ungu, suara isak tangis Rosminah  terdengar dari seberang Jalan Gang Masjid.

Tak lama setelah itu pintu yang tempat suara isak tangis Rosminah terdengar ditutup. Di depan rumah juga tampak dua laki-laki.

Tidak ada bendera kuning terpasang di rumah yang diketahui warga milik Matle, paman dari Akbar yang juga ketua koperasi setempat.

Baca juga: Siswa MK Mataram juga demo, ikut rasakan perihnya gas air mata

Jenazah Akbar dishalatkan di masjid depan rumah Pak Matle. Begitu juga dengan makamnya berjarak kurang dari 100 meter dari rumah Matle.

Warga setempat hanya mengetahui keponakan Pak Matle meninggal dunia bernama Akbar Alamsyah. Mereka tidak tahu penyebab Akbar meninggal dunia terkait demo pelajar di gedung DPR RI.

Sekitar 30 menit sebelum jenazah dikebumikan, sejumlah polisi dari Polsek Kebayoran Lama tampak menyinggahi lokasi makam dan mengambil dokumentasi.

Petugas juga ikut menyolatkan dan mendampingi pihak keluarga saat jenazah menunggu untuk dibawa ke makam.

Demo pelajar di DPR RI yang berakhir ricuh pada Kamis (26/9) menyebabkan banyak korban berjatuhan baik dari sisi pendemo maupun petugas keamanan.

Salah satu yang menjadi korban dalam demo pelajar tersebut adalah Akbar Alamsyah yang dirawat intensif di CICU RSPAD Gatot Subroto.

Akbar diketahui mengalami retak pada tempurung kepala dan sempat menjalani operasi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Keberadaan Akbar sempat tidak diketahui pascademo pelajar tanggal 25 September 2019. Dia baru diketahui pada 28 September 2019 dalam kondisi koma di rumah sakit.
 

Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024