Washington (ANTARA) - Mantan petugas Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat (DIA ) yang mengaku mengkhianati negaranya demi keuntungan finansial pada Selasa divonis 10 tahun penjara karena berupaya melakukan spionase atas nama China, menurut Departemen Kehakiman AS.

Ron Rockwell Hansen mengaku bersalah pada Maret lantaran berupaya membocorkan informasi rahasia pertahanan nasional AS ke China, dan mengaku telah menerima ratusan ribu dolar AS sebagai agen pemerintah China.

Agen FBI menangkap pria asal Syracuse, Utah itu pada Juni 2018 dalam perjalanan menuju Bandara Internasional Seattle-Tacoma untuk bertolak ke China, demikian Departemen Kehakiman.

Baca juga: AS Longgarkan Sanksi Terhadap Badan Intelijen Rusia

Sebagai bagian dari pembelaannya, pria berusia 60 tahun itu mengaku telah meminta informasi keamanan nasional AS, yang ia tahu akan bernilai di mata China dari sesama petugas kasus DIA, dan sepakat untuk menjual informasi itu ke China.

Dokumen yang ia terima dari petugas DIA terkait dengan persiapan militer AS. Hansen juga mengakui diberitahu oleh petugas kasus DIA bagaimana merekam dan memindahkan dokumen tanpa bisa dilacak, dan bagaimana menyembunyikan serta mencuci aliran dana yang diterima sebagai pembayaran rahasia-rahasia itu.

Di belakang Hansen, petugas kasus itu melaporkan aksinya ke DIA dan bertindak sebagai informan FBI dalam kasus itu.


Baca juga: SBY minta intelijen tidak main tuduh

Hansen, yang fasih berbahasa Mandarin dan Rusia, dikontrak oleh DIA sebagai petugas kasus sipil pada 2006 setelah pensiun dari Militer AS sebagai pejabat keamanan dengan latar belakang intelijen, menurut catatan pengadilan.

Agen intelijen China merekrut Hansen pada 2014, seperti yang diakuinya.

Hansen, yang divonis oleh hakim federal di Salt Lake City, merupakan satu dari tiga mantan petugas intelijen AS yang divonis dalam beberapa bulan terakhir atas tuduhan spionase yang mengatasnamakan China.

Sumber: Reuters
 

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024