Raja Malaysia mengagumi arsitektur Candi Borobudur
Rabu, 28 Agustus 2019 20:37 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta istrinya Atiqoh Ganjar Pranowo berfoto bersama dengan Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatauddin Al Mustafa Billah Shah beserta istrinya Permaisuri Agong Tunku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariyah di Candi Borobudur, Rabu (28/8/2019). (ANTARA/Heru Suyitno)
Magelang (ANTARA) - Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatauddin Al Mustafa Billah Shah mengagumi arsitektur Candi Borobudur saat mengunjungi Candi Buddha di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tersebut.
"Beliau lebih mengagumi arsitekturnya," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai mendampingi Raja Malaysia naik Candi Borobudur di Magelang, Rabu.
Ganjar menuturkan kunjungan Raja Malaysia ke Candi Borobudur betul-betul dalam konteks pariwisata saja, Raja Malaysia datang bersama permaisuri dan ketiga putrinya naik ke stupa besar paling atas.
"Untuk permaisuri ternyata beliau sudah pernah ke sini sekian tahun lalu, sedangkan buat raja ini baru pertama kali," katanya.
Ganjar menuturkan tanggapan raja terhadap Candi Borobudur luar biasa, dari cerita mengagumi arsitekturnya dan tentu siapa yang datang ke sini, apakah eksis atau tidak, jadi luar biasa tanggapannya tadi.
Menyinggung apakah ke depan ada tindak lanjut kerja sama, Ganjar menyampaikan untuk sementara ini belum ada tetapi dari Kementerian Pariwisata sudah bicara karena kemarin sudah bertemu Presiden Joko Widodo.
Baca juga: Borobudur siapkan jalur khusus turis mancanegara
Pemandu dari Balai Konservasi Borobudur Panggah Ardiansyah yang juga mendampingi Raja Malaysia menyampaikan dirinya menjelaskan sejarah Candi Borobudur mulai dari dibangun kemudian sejarah restorasinya, sejarah konservasinya dari mulai Raffles kemudian Pemerintah Belanda sampai dengan Pemerintah RI.
Menurut dia hal yang paling disuka raja ketika naik ke atas candi, yakni pemandangan dari atas yang sangat bagus.
"Beliau juga menyaksikan Bukit Menoreh, beliau suka berfoto di stupa atas, jadi beberapoa kali untuk berfoto baik sendiri maupun dengan permaisuri dan putri-putrinya," katanya.
Ia menuturkan Raja Malaysia sangat kagum dengan Candi Borobudur, karena sudah dibangun ratusan tahun lalu tanpa bantuan alat-alat modern dan bisa dibangun sebesar ini sebagai candi terbesar di dunia.
"Beliau tadi langsung mengajak naik ke atas tidak berhenti, raja sangat kagum dengan Borobudur terutama karena sudah dibangun ratusan tahun lalu tanpa menggunakan alat-alat seperti zaman modern sekarang, dengan tenaga tangan manusia sudah bisa dibangun candi semegah ini," katanya.
Baca juga: BKB: Pelestarian Borobudur butuh dukungan lingkungan dan masyarakat
"Beliau lebih mengagumi arsitekturnya," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai mendampingi Raja Malaysia naik Candi Borobudur di Magelang, Rabu.
Ganjar menuturkan kunjungan Raja Malaysia ke Candi Borobudur betul-betul dalam konteks pariwisata saja, Raja Malaysia datang bersama permaisuri dan ketiga putrinya naik ke stupa besar paling atas.
"Untuk permaisuri ternyata beliau sudah pernah ke sini sekian tahun lalu, sedangkan buat raja ini baru pertama kali," katanya.
Ganjar menuturkan tanggapan raja terhadap Candi Borobudur luar biasa, dari cerita mengagumi arsitekturnya dan tentu siapa yang datang ke sini, apakah eksis atau tidak, jadi luar biasa tanggapannya tadi.
Menyinggung apakah ke depan ada tindak lanjut kerja sama, Ganjar menyampaikan untuk sementara ini belum ada tetapi dari Kementerian Pariwisata sudah bicara karena kemarin sudah bertemu Presiden Joko Widodo.
Baca juga: Borobudur siapkan jalur khusus turis mancanegara
Pemandu dari Balai Konservasi Borobudur Panggah Ardiansyah yang juga mendampingi Raja Malaysia menyampaikan dirinya menjelaskan sejarah Candi Borobudur mulai dari dibangun kemudian sejarah restorasinya, sejarah konservasinya dari mulai Raffles kemudian Pemerintah Belanda sampai dengan Pemerintah RI.
Menurut dia hal yang paling disuka raja ketika naik ke atas candi, yakni pemandangan dari atas yang sangat bagus.
"Beliau juga menyaksikan Bukit Menoreh, beliau suka berfoto di stupa atas, jadi beberapoa kali untuk berfoto baik sendiri maupun dengan permaisuri dan putri-putrinya," katanya.
Ia menuturkan Raja Malaysia sangat kagum dengan Candi Borobudur, karena sudah dibangun ratusan tahun lalu tanpa bantuan alat-alat modern dan bisa dibangun sebesar ini sebagai candi terbesar di dunia.
"Beliau tadi langsung mengajak naik ke atas tidak berhenti, raja sangat kagum dengan Borobudur terutama karena sudah dibangun ratusan tahun lalu tanpa menggunakan alat-alat seperti zaman modern sekarang, dengan tenaga tangan manusia sudah bisa dibangun candi semegah ini," katanya.
Baca juga: BKB: Pelestarian Borobudur butuh dukungan lingkungan dan masyarakat
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Heru Suyitno
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa UMS KKN-KI di Malaysia disambut hangat di Pondok An-Nahdloh Selangor
27 January 2026 9:56 WIB
Berikut Jadwal Malaysia Open: Lima wakil Indonesia lanjutkan perjuangannya di babak kedua
08 January 2026 11:30 WIB
Keluarga bertemu TKI asal Kabupaten Temanggung korban penyiksaan di Malaysia
09 December 2025 8:24 WIB
Keluarga asal Temanggung temui pekerja migran korban penyiksaan majikan di Malaysia
06 December 2025 16:34 WIB
UMS hadiri konferensi internasional di Malaysia perkuat kepemimpinan transformasional
27 November 2025 11:29 WIB