Kelola sepak bola, Persijap belajar ke Jepang
Kamis, 13 Juni 2019 10:51 WIB
Presiden Klub Persijap Jepara Esti Puji Lestari saat berfoto di dekat trofi di klub Jepang. (Foto: Dok.)
Jepara (ANTARA) - Presiden Klub Persijap Jepara Esti Puji Lestari mencoba menimba ilmu tentang pengelolaan sepakbola secara profesional di J-League, Jepang sebagai bekal untuk mengelola tim Persijap menjadi klub sepak bola modern dan profesional.
"Selain belajar pengelolaan klub sepak bola, kami juga mencoba melakukan penjajagan kerja sama terkait pengelolaan klub yang memiliki akademi berjenjang baik pria maupun wanita," kata Presiden Klub Persijap Jepara Esti Puni Lestari di Jepara, Kamis.
Ia mengaku senang bisa menjajaki kemungkinan kerja sama baru di negara Asia terutama untuk sepak bola dan akademinya.
Menurut dia Persijap perlu akademi yang baik sebagai penopang sporting untuk tim utama, mengingat setiap tahun selalu ikut Piala Suratin.
Konsep klub di Jepang, kata dia, sebenarnya sederhana tetapi sangat modern.
Misal, saat kunjungan ke J-League, ternyata klub tidak perlu biaya banyak tetapi memang perlu penerapan standar operasional yang baik dan diikuti seluruh tim.
"Jadi saya berharap Persijap tidak hanya selalu target juara, tetapi pembenahan-pembenahan struktur organisasi dan tim kepelatihannya juga harus semakin membaik," ujarnya.
Di Jepang, wanita asal Sukabumi itu berkesempatan melihat pertandingan di Mitsuzawa, Nideshuka League, kemudian melihat latihan tim wanita Tokyo Verdy yang memiki 10 pemain timnas wanita yang bermain di Piala Dunia Putri di Prancis .
"Saya juga melakukan pertemuan dengan beberapa presiden klub J-Leagua, semoga dari sini bisa kami terapkan di Persijap sehingga bisa menjadi klub yang profesional dan mandiri," ujarnya.
Kesempatannya di Jepang, kata dia, memang dimanfaatkan secara maksimal untuk belajar tentang berbagai hal, baik pengelolaan komersiil dan latihannya.
Sebelumnya, presiden klub Persijap itu juga menimba ilmu tentang pengelolaan sepakbola secara profesional di Madrid, Spanyol.
"Selain belajar pengelolaan klub sepak bola, kami juga mencoba melakukan penjajagan kerja sama terkait pengelolaan klub yang memiliki akademi berjenjang baik pria maupun wanita," kata Presiden Klub Persijap Jepara Esti Puni Lestari di Jepara, Kamis.
Ia mengaku senang bisa menjajaki kemungkinan kerja sama baru di negara Asia terutama untuk sepak bola dan akademinya.
Menurut dia Persijap perlu akademi yang baik sebagai penopang sporting untuk tim utama, mengingat setiap tahun selalu ikut Piala Suratin.
Konsep klub di Jepang, kata dia, sebenarnya sederhana tetapi sangat modern.
Misal, saat kunjungan ke J-League, ternyata klub tidak perlu biaya banyak tetapi memang perlu penerapan standar operasional yang baik dan diikuti seluruh tim.
"Jadi saya berharap Persijap tidak hanya selalu target juara, tetapi pembenahan-pembenahan struktur organisasi dan tim kepelatihannya juga harus semakin membaik," ujarnya.
Di Jepang, wanita asal Sukabumi itu berkesempatan melihat pertandingan di Mitsuzawa, Nideshuka League, kemudian melihat latihan tim wanita Tokyo Verdy yang memiki 10 pemain timnas wanita yang bermain di Piala Dunia Putri di Prancis .
"Saya juga melakukan pertemuan dengan beberapa presiden klub J-Leagua, semoga dari sini bisa kami terapkan di Persijap sehingga bisa menjadi klub yang profesional dan mandiri," ujarnya.
Kesempatannya di Jepang, kata dia, memang dimanfaatkan secara maksimal untuk belajar tentang berbagai hal, baik pengelolaan komersiil dan latihannya.
Sebelumnya, presiden klub Persijap itu juga menimba ilmu tentang pengelolaan sepakbola secara profesional di Madrid, Spanyol.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Jepara survei jalur alternatif antisipasi jalan putus akibat bencana
27 January 2026 13:48 WIB
Semua kepala OPD di lingkungan Pemkab Jepara teken perjanjian kinerja 2026
26 January 2026 16:58 WIB
BNPB pastikan maksimal tangani bencana hidrometeorologi di Jateng secara maksimal
17 January 2026 21:20 WIB
Sebanyak 12 armada padamkan kebakaran pabrik bahan baku tas dan sepatu di Jepara
17 January 2026 20:13 WIB