Ijazah Jokowi diperdebatkan, Kepala Sekolah SMAN 6 Surakarta beberkan data
Kamis, 17 Januari 2019 16:32 WIB
Kepala SMAN 6 Surakarta Agung Wijayanto saat memperlihatkan SK penggantian nama dari SMPP ke SMAN 6 Surakarta (Foto: Aris Wasita)
Solo (Antaranews Jateng) - SMAN 6 Surakarta hingga saat ini masih menyimpan ijazah Presiden Joko Widodo sebagai salah satu dokumentasi sekolah.
"Kami ada buku induk sekolah, dan kalau ada yang menanyakan lulusan kami, ya kami menyediakan data selengkap-lengkapnya," kata Kepala SMAN 6 Surakarta Agung Wijayanto di Solo, Jawa Tengah, Kamis.
Ia mengatakan salinan ijazah yang disimpan sekolah tersebut merupakan terbitan SMAN 6 Surakarta. Meski demikian, pada saat Joko Widodo lulus sekolah, yaitu pada tahun 1980 sekolah tersebut bernama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP).
"Untuk cap sekolah juga masih menggunakan SMPP, tetapi di dalam kurung sudah SMA 6," katanya.
Menurut dia, pertama kali sekolah tersebut berdiri pada tahun 1975. Meski belum menggunakan nama SMA, sekolah tersebut sudah menerapkan kurikulum pendidikan SMA.
"Selanjutnya, pada tahun 1985 SMPP berganti nama menjadi SMA 6 Surakarta. Seluruh SK-nya kami simpan," katanya.
Ia mengatakan penggantian nama sekolah dari SMPP menjadi SMAN 6 Surakarta diatur dalam SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 353/0/1985 tentang Perubahan Nama Sekolah.
Ia mengatakan sebelum berganti nama, pendaftaran masuk siswa baru masih menjadi satu dengan SMAN 5 Surakarta.
"Lalu jumlah siswanya dibagi menjadi dua dengan SMPP, sesuai urutan kelas. Pak Jokowi kebetulan masuk yang SMPP. Beliau masuk tahun?1976. Pada saat itu kan ada perubahan tahun ajaran, dari bulan Januari ke Juli jadi angkatannya Pak Jokowi di SMA sampai 3,5 tahun," katanya.
Sementara itu, dikatakannya, sebetulnya fakta bahwa Presiden Joko Widodo merupakan lulusan SMAN 6 Surakarta tidak perlu diperdebatkan mengingat sudah banyak kejadian yang menguatkan kebenaran tersebut.
"Saya ingat, dulu tahun 2015 saat Hari Guru, Pak Jokowi diberikan kejutan berupa kedatangan para guru, termasuk guru SMA-nya ke Istana. Kami waktu itu juga kebagian mendata siapa saja yang menjadi guru beliau saat masih sekolah di sini. Itu sudah menjadi satu bukti," katanya.
"Kami ada buku induk sekolah, dan kalau ada yang menanyakan lulusan kami, ya kami menyediakan data selengkap-lengkapnya," kata Kepala SMAN 6 Surakarta Agung Wijayanto di Solo, Jawa Tengah, Kamis.
Ia mengatakan salinan ijazah yang disimpan sekolah tersebut merupakan terbitan SMAN 6 Surakarta. Meski demikian, pada saat Joko Widodo lulus sekolah, yaitu pada tahun 1980 sekolah tersebut bernama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP).
"Untuk cap sekolah juga masih menggunakan SMPP, tetapi di dalam kurung sudah SMA 6," katanya.
Menurut dia, pertama kali sekolah tersebut berdiri pada tahun 1975. Meski belum menggunakan nama SMA, sekolah tersebut sudah menerapkan kurikulum pendidikan SMA.
"Selanjutnya, pada tahun 1985 SMPP berganti nama menjadi SMA 6 Surakarta. Seluruh SK-nya kami simpan," katanya.
Ia mengatakan penggantian nama sekolah dari SMPP menjadi SMAN 6 Surakarta diatur dalam SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 353/0/1985 tentang Perubahan Nama Sekolah.
Ia mengatakan sebelum berganti nama, pendaftaran masuk siswa baru masih menjadi satu dengan SMAN 5 Surakarta.
"Lalu jumlah siswanya dibagi menjadi dua dengan SMPP, sesuai urutan kelas. Pak Jokowi kebetulan masuk yang SMPP. Beliau masuk tahun?1976. Pada saat itu kan ada perubahan tahun ajaran, dari bulan Januari ke Juli jadi angkatannya Pak Jokowi di SMA sampai 3,5 tahun," katanya.
Sementara itu, dikatakannya, sebetulnya fakta bahwa Presiden Joko Widodo merupakan lulusan SMAN 6 Surakarta tidak perlu diperdebatkan mengingat sudah banyak kejadian yang menguatkan kebenaran tersebut.
"Saya ingat, dulu tahun 2015 saat Hari Guru, Pak Jokowi diberikan kejutan berupa kedatangan para guru, termasuk guru SMA-nya ke Istana. Kami waktu itu juga kebagian mendata siapa saja yang menjadi guru beliau saat masih sekolah di sini. Itu sudah menjadi satu bukti," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Batang salurkan bantuan pangan bagi 6 ribu keluarga nelayan terdampak banjir
06 February 2026 13:19 WIB
Gubernur : 8,6 juta orang masuk ke Jateng selama libur Natal dan Tahun Baru
02 January 2026 5:40 WIB
ICB Pharma 6 UMS hadirkan pakar Jepang dan Belanda bahas AI untuk Precision Medicine
15 December 2025 16:08 WIB