Generasi muda Jateng didorong lakukan "urban farming"
Senin, 19 November 2018 11:27 WIB
PERTANIAN HIDROPONIK
Semarang (Antaranews Jateng) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengajak generasi muda untuk melakukan "urban farming" atau bercocok tanam berbagai sayuran di perkotaan sebagai upaya pengembangan di bidang pertanian.
"Dengan 'urban farming', mereka tidak perlu pergi membeli kebutuhan sayur-mayur, selain menambah penghasilan, hasil pertaniannya juga menjadi asupan bergizi sehari-hari," katanya di Semarang, Senin.
Pejabat yang akrab disapa Gus Yasin ini menjelaskan bahwa Pemprov Jateng mendorong pengembangan sektor pertanian seperti "urban farming" karena sayuran yang dikonsumsi lebih sehat dan bebas dari bahan-bahan kimia sehingga harapan hidup masyarakat lebih panjang.
Ia mengaku prihatin dengan minimnya generasi muda yang tertarik terjun di bidang pertanian, apalagi di daerahnya memiliki potensi pertanian yang luar biasa.
"Regenerasi petani minim sekali, hampir semua petani sekarang ini tidak ada yang muda lagi," ujar politikus Partai Persatuan Pembangunan itu.
Gus Yasin mengungkapkan, tantangan yang kini dihadapi generasi muda pelaku "urban farming" adalah mempromosikan komoditas pertanian.
Oleh karena itu, Pemprov Jateng menyarankan agar yang bersangkutan memanfaatkan Sadewa Market yang dapat digunakan untuk memasarkan produk secara "online".
Produk "urban farming", kata dia, juga bisa dipasarkan dengan memanfaatkan berbagai media sosial.
"Kita potret lalu kita viralkan lewat media sosial, pembayarannya bisa melalui fasilitas perbankan yang ada," katanya.
"Dengan 'urban farming', mereka tidak perlu pergi membeli kebutuhan sayur-mayur, selain menambah penghasilan, hasil pertaniannya juga menjadi asupan bergizi sehari-hari," katanya di Semarang, Senin.
Pejabat yang akrab disapa Gus Yasin ini menjelaskan bahwa Pemprov Jateng mendorong pengembangan sektor pertanian seperti "urban farming" karena sayuran yang dikonsumsi lebih sehat dan bebas dari bahan-bahan kimia sehingga harapan hidup masyarakat lebih panjang.
Ia mengaku prihatin dengan minimnya generasi muda yang tertarik terjun di bidang pertanian, apalagi di daerahnya memiliki potensi pertanian yang luar biasa.
"Regenerasi petani minim sekali, hampir semua petani sekarang ini tidak ada yang muda lagi," ujar politikus Partai Persatuan Pembangunan itu.
Gus Yasin mengungkapkan, tantangan yang kini dihadapi generasi muda pelaku "urban farming" adalah mempromosikan komoditas pertanian.
Oleh karena itu, Pemprov Jateng menyarankan agar yang bersangkutan memanfaatkan Sadewa Market yang dapat digunakan untuk memasarkan produk secara "online".
Produk "urban farming", kata dia, juga bisa dipasarkan dengan memanfaatkan berbagai media sosial.
"Kita potret lalu kita viralkan lewat media sosial, pembayarannya bisa melalui fasilitas perbankan yang ada," katanya.
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Petani Semarang manfaatkan PLTS off-grid untuk tingkatkan hasil selada hidroponik
03 December 2025 13:42 WIB
Peringati Hari Anak Nasional, BRI ajak anak SD belajar tanam hidroponik
23 July 2024 19:42 WIB, 2024
Kilang Cilacap-Kampung Berkualitas "Gadis" adakan pelatihan hidroponik
25 February 2024 16:07 WIB, 2024
Tim PPK Ormawa Carya Bhuana Unsoed kenalkan sistem hidroponik DFT dan aquaponik
01 October 2023 13:13 WIB, 2023
Teknik Pertanian Unsoed gelar kuliah praktisi teknologi greenhouse dan hidroponik
30 October 2022 16:17 WIB, 2022
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Anggota Komisi VI DPR ziarah ke makam Margono Djojohadikusumo jelang Ramadhan
16 February 2026 21:14 WIB