Busana ini hasil daur ulang limbah
Selasa, 28 Agustus 2018 15:42 WIB
Busana yang terbuat dari hasil daur ulang limbah tampil di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, Selasa (28-8-2018). (Foto: Dok. Humas Pemkab Banyumas)
Purwokerto (Antaranews Jateng) - Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengajak warga masyarakat untuk mendaur ulang limbah menjadi barang-barang bernilai ekonomi tinggi, salah satunya berupa busana.
"Busana daur ulang itu dibuat dari pemanfaatan barang-barang bekas yang tidak terpakai seperti koran, botol air mineral, tutup air mineral, bungkus plastik deterjen, kain perca sisa hajatan, kardus, dan beragam barang tak terpakai lainnya," kata Penjabat Ketua TP-PKK Banyumas Noordiana Budi Wibowo di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.
Noordiana mengatakan hal itu saat lomba peragaan busana yang memanfaatkan limbah di Pendopo Wakil Bupati Banyumas yang diikuti TP-PKK tingkat kecamatan dan puluhan remaja dari 27 kecamatan.
Ia mengaku bangga terhadap kreativitas TP-PKK kecamatan dan remaja karena mampu mendaur ulang limbah menjadi busana-busana yang menakjubkan.
"Hal itu diharapkan bisa mengurangi sampah dan menyulapnya menjadi barang dengan nilai ekonomi tinggi," katanya.
Salah seorang peserta dari Kecamatan Purwokerto Selatan, Ika merasa senang karena kreasi busana yang dia ciptakan dari hasil mendaur ulang limbah itu bisa ditunjukkan kepada masyarakat.
"Saya sangat senang sekali dengan adanya kegiatan ini. Selain sebagai ajang perlombaan, kegiatan ini juga dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa limbah dapat didaur ulang menjadi barang-barang bernilai ekonomi tinggi, salah satunya busana ini," katanya.
Selain diajak mendaur ulang limbah dan mengelola sampah dengan baik, peserta kegiatan tersebut juga diajak untuk menggelorakan gerakan antinarkoba.
"Busana daur ulang itu dibuat dari pemanfaatan barang-barang bekas yang tidak terpakai seperti koran, botol air mineral, tutup air mineral, bungkus plastik deterjen, kain perca sisa hajatan, kardus, dan beragam barang tak terpakai lainnya," kata Penjabat Ketua TP-PKK Banyumas Noordiana Budi Wibowo di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.
Noordiana mengatakan hal itu saat lomba peragaan busana yang memanfaatkan limbah di Pendopo Wakil Bupati Banyumas yang diikuti TP-PKK tingkat kecamatan dan puluhan remaja dari 27 kecamatan.
Ia mengaku bangga terhadap kreativitas TP-PKK kecamatan dan remaja karena mampu mendaur ulang limbah menjadi busana-busana yang menakjubkan.
"Hal itu diharapkan bisa mengurangi sampah dan menyulapnya menjadi barang dengan nilai ekonomi tinggi," katanya.
Salah seorang peserta dari Kecamatan Purwokerto Selatan, Ika merasa senang karena kreasi busana yang dia ciptakan dari hasil mendaur ulang limbah itu bisa ditunjukkan kepada masyarakat.
"Saya sangat senang sekali dengan adanya kegiatan ini. Selain sebagai ajang perlombaan, kegiatan ini juga dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa limbah dapat didaur ulang menjadi barang-barang bernilai ekonomi tinggi, salah satunya busana ini," katanya.
Selain diajak mendaur ulang limbah dan mengelola sampah dengan baik, peserta kegiatan tersebut juga diajak untuk menggelorakan gerakan antinarkoba.
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS dorong ekonomi sirkular Desa Mulur lewat inovasi 3D printing sampah plastik
21 December 2025 17:23 WIB
Inovasi daur ulang sampah plastik BRI dapat dukungan Menteri UMKM dan Raffi Ahmad
18 November 2025 17:32 WIB
Semen Gresik dan Pemkab Kendal kerja sama pengelolaan sampah sistem RDF
28 April 2025 15:20 WIB, 2025
PLN sediakan mesin penampung botol plastik dan baju bekas di lingkungan kantor
27 June 2024 13:27 WIB, 2024
Bupati Purbalingga perkenalkan produk hasil daur ulang limbah plastik
26 September 2023 16:44 WIB, 2023