Boyolali (Antara Jateng) - Pemerintah Kabupaten Boyolali bekerja sama dengan Politeknik Negeri Semarang (Polines) mengenalkan aplikasi Sistem Informasi Lembu Perah (Si-Lemper) sebagai alat penghimpun data ternak sapi perah di wilayah Boyolali.

Pada acara kerja sama tersebut Pemkab Boyolali diwakili Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali, Juwaris dengan Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Polines, Anwar Sukito di Aula Kantor Disnakkan Boyolali, Rabu.

Menurut Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Polines Anwar Sukito Kabupaten Boyolali memiliki potensi sumber daya berupa 60.000 ekor sapi perah. Hal ini menginspirasi Polines untuk bekerja sama dengan Disnakkan Kabupaten Boyolali.

"Kami mengenalkan aplikasi (Si-Lemper) sebagai alat penghimpun data ternak secara cepat dan berbasis android," kata nwar Sukino.

Menurut Anwar Si-Lemper merupakan hasil penelitian dosen Polines, pada 2018. Aplikasi ini, memudahkan dalam menghimpun data ternak yang pengisiannya bisa langsung dilakukan oleh para peternak melalui telepon seluler berbasis android yang dapat diunduh penggunanya.

Dia menjelaskan data yang dihimpun melalui Si-Lemper dapat dibaca oleh para pengguna aplikasi. Dalam hal ini, Disnakkan Kabupaten Boyolali memiliki fasilitas penuh untuk mengelola data yang ada pada aplikasi itu.

"Penggunaan Kartu Ternak Elektronik ini, sangat berhasil dan bermanfaat baik bagi peternak maupun pemerintah. Untuk itu, dukungan dari semua pihak sangat diharapkan," katanya.

Pemkab Boyolali sebelumnya telah berhasil menciptakan aplikasi khusus ternak sapi, yaitu Sistem Monitoring Sapi (SIMAPI) yang dikembangkan kepada para peternak.

Menurut Kepala Disnakkan Kabupaten Boyolali, Juwaris Si-Lemper ke depan akan dipadukan dengan SIMAPI. Pihaknya yakin SIMAPI ?jika dipadukan dengan Si-Lemper, akan semakin terintregasi.

Selain itu, Juwaris berharap sosialisasi Si-Lemper tersebut dapat disambut dengan baik oleh para peternak sapi perah di Boyolali, karena sistem itu, sangat membantu dalam menghimpun data-data sapi.

Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2024