Awas, sembarangan klik artikel bisa terinfeksi malware
Selasa, 24 Juli 2018 14:27 WIB
Illustrasi ransomware di telepon seluler. (makeuseof.com)
Jakarta (Antaranews Jateng) - Baru-baru ini di media sosial muncul artikel hoaks yang mencatut nama Fox untuk menyebarkan kabar bohong bahwa aktor pemeran Mr.Bean, Rowan Atkinson, meninggal karena kecelakaan.
Pemberitaan ini menyamar seolah menjadi video, dengan ikon "play" berada di tengah. Jika diklik, pembaca akan diarahkan ke laman lain yang berujung pada phishing atau pencurian data pribadi.
Beberapa bulan sebelumnya, modus serupa terjadi lewat pesan berantai lewat WhatsApp mengumumkan kupon gratis dari McDonald's Indonesia dengan mengklik tautan tertentu.
Pengguna internet perlu berhati-hati apabila menemui hal serupa. Saat beraktivitas di dunia maya, sembarangan mengklik artikel dapat menyebabkan perangkat terinfeksi malware jahat atau phishing.
Ketika mengklik tautan yang diberikan, calon korban akan diarahkan ke situs lain, ada kalanya diminta untuk mengisi survei dengan memasukkan data pribadi, atau diminta untuk mengunduh aplikasi tertentu untuk menonton video atau membaca artikel yang dimaksud.
Jika permintaan itu dipenuhi, data kroban akan dicuri atau perangkat terpasang malware karena memasang aplikasi tersebut.
Simak beberapa tips berikut ini agar Anda tidak terjebak artikel palsu yang bisa mencuri atau menginfeksi perangkat, seperti dilansir dari berbagai sumber.
1. Judul bombastis
Artikel yang patut dicurigai biasanya menggunakan judul yang berlebihan, sering kali ditulis dengan huruf kapital semua.
2. Typo
Pembaca perlu curiga jika artikel tersebut terdapat salah ketik atau typo, terutama di judul atau saat menulis merk tertentu.
3. Bukan situs resmi
Umumnya pembaca akan diminta mengklik tautan tertentu dengan alamat yang dibuat semirip mungkin dengan situs resmi, misalnya dengan menambahkan tanda "-".
4. Meminta informasi pribadi
Beberapa situs meminta calon korban untuk memasukkan informasi pribadi, misalnya nama lengkap dan alamat.
5. Waspada unduhan
Pengguna internet juga kerap diminta untuk mengunduh dokumen atau aplikasi tertentu, jangan klik tautan tersebut, berlaku juga jika Anda mendapat tautan tersebut dari email yang mencurigakan. Tautan tersebut bisa jadi berisi malware yang akan menginfeksi perangkat.
Jika tidak yakin, arahkan kursor ke hyperlink yang dimaksud, tidak perlu diklik, untuk melihat URL penuh.
Cara lainnya, buka browser dan ketik manual laman yang dimaksud agar tidak otomatis diarahkan untuk mengunduh.
Pemberitaan ini menyamar seolah menjadi video, dengan ikon "play" berada di tengah. Jika diklik, pembaca akan diarahkan ke laman lain yang berujung pada phishing atau pencurian data pribadi.
Beberapa bulan sebelumnya, modus serupa terjadi lewat pesan berantai lewat WhatsApp mengumumkan kupon gratis dari McDonald's Indonesia dengan mengklik tautan tertentu.
Pengguna internet perlu berhati-hati apabila menemui hal serupa. Saat beraktivitas di dunia maya, sembarangan mengklik artikel dapat menyebabkan perangkat terinfeksi malware jahat atau phishing.
Ketika mengklik tautan yang diberikan, calon korban akan diarahkan ke situs lain, ada kalanya diminta untuk mengisi survei dengan memasukkan data pribadi, atau diminta untuk mengunduh aplikasi tertentu untuk menonton video atau membaca artikel yang dimaksud.
Jika permintaan itu dipenuhi, data kroban akan dicuri atau perangkat terpasang malware karena memasang aplikasi tersebut.
Simak beberapa tips berikut ini agar Anda tidak terjebak artikel palsu yang bisa mencuri atau menginfeksi perangkat, seperti dilansir dari berbagai sumber.
1. Judul bombastis
Artikel yang patut dicurigai biasanya menggunakan judul yang berlebihan, sering kali ditulis dengan huruf kapital semua.
2. Typo
Pembaca perlu curiga jika artikel tersebut terdapat salah ketik atau typo, terutama di judul atau saat menulis merk tertentu.
3. Bukan situs resmi
Umumnya pembaca akan diminta mengklik tautan tertentu dengan alamat yang dibuat semirip mungkin dengan situs resmi, misalnya dengan menambahkan tanda "-".
4. Meminta informasi pribadi
Beberapa situs meminta calon korban untuk memasukkan informasi pribadi, misalnya nama lengkap dan alamat.
5. Waspada unduhan
Pengguna internet juga kerap diminta untuk mengunduh dokumen atau aplikasi tertentu, jangan klik tautan tersebut, berlaku juga jika Anda mendapat tautan tersebut dari email yang mencurigakan. Tautan tersebut bisa jadi berisi malware yang akan menginfeksi perangkat.
Jika tidak yakin, arahkan kursor ke hyperlink yang dimaksud, tidak perlu diklik, untuk melihat URL penuh.
Cara lainnya, buka browser dan ketik manual laman yang dimaksud agar tidak otomatis diarahkan untuk mengunduh.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Semarang minta puskesmas memberi edukasi masyarakat soal virus Nipah
04 February 2026 8:39 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB