Pekalongan (Antaranews Jateng) - Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto mengatakan bahwa kegiatan bertajuk "Java Balloon Festival" atau Festival Balon Udara 2018 yang diselenggarakan di Kota Pekalongan membawa dampak positif bagi keselamatan penerbangan di Tanah Air, khususnya jalur penerbangan yang melintasi wilayah udara Jawa Tengah.
"Melalui kegiatan lomba menerbangkan balon hias ke udara yang ditambatkan, akan berpengaruh terhadap penurunan frekuensi penerbangan balon udara liar, meski pada Lebaran 2018 masih ada warga yang tetap menerbangkan balon," katanya di Pekalongan, Jumat.
Menurut dia, dengan adanya sosialisasi bahaya penerbangan melalui kegiatan lomba menerbangkan balon hias, ini dapat menyadarkan masyarakat terhadap bahaya balon udara liar bagi dunia penerbangan.
Lomba menerbangkan balon hias yang ditambatkan, kata dia, selain akan bisa menyalurkan kreativitas warga juga bisa dinikmati oleh orang lain dan menumbuhkembangkan pariwisata.
"Aturannya kan (ketinggian) tidak lebih dari 150 meter, kemudian balon diikat dengan tali atau ditambatkan lalu dinilai. Ada dua hal yang menarik terhadap aktivitas tersebut seperti bagaimana mereka mengasapi balon agar bisa terbang dan bagaimana mereka mengontrol balon yang akan terbang ke udara," katanya.
Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz mengatakan pemerintah daerah memaklumi jika pada Lebaran 2018 masih ada balon liar terbang ke udara karena kegiatan sosialisasi ini membutuhkan waktu relatif panjang.
Kendati demikian, kata dia, pemkot optimistis pada Lebaran tahun depan jumlah penerbangan balon liar akan menurun drastis seiring dengan masifnya sosialisasi yang diberikan langsung maupun melalui lomba.
"Kalau ada satu atau dua yang menerbangkan (balon) saya masih memakluminya. Akan tetapi pada tahun depan saya berharap sudah tidak ada lagi warga yang menerbangkan balon liar ke udara," katanya.
"Melalui kegiatan lomba menerbangkan balon hias ke udara yang ditambatkan, akan berpengaruh terhadap penurunan frekuensi penerbangan balon udara liar, meski pada Lebaran 2018 masih ada warga yang tetap menerbangkan balon," katanya di Pekalongan, Jumat.
Menurut dia, dengan adanya sosialisasi bahaya penerbangan melalui kegiatan lomba menerbangkan balon hias, ini dapat menyadarkan masyarakat terhadap bahaya balon udara liar bagi dunia penerbangan.
Lomba menerbangkan balon hias yang ditambatkan, kata dia, selain akan bisa menyalurkan kreativitas warga juga bisa dinikmati oleh orang lain dan menumbuhkembangkan pariwisata.
"Aturannya kan (ketinggian) tidak lebih dari 150 meter, kemudian balon diikat dengan tali atau ditambatkan lalu dinilai. Ada dua hal yang menarik terhadap aktivitas tersebut seperti bagaimana mereka mengasapi balon agar bisa terbang dan bagaimana mereka mengontrol balon yang akan terbang ke udara," katanya.
Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz mengatakan pemerintah daerah memaklumi jika pada Lebaran 2018 masih ada balon liar terbang ke udara karena kegiatan sosialisasi ini membutuhkan waktu relatif panjang.
Kendati demikian, kata dia, pemkot optimistis pada Lebaran tahun depan jumlah penerbangan balon liar akan menurun drastis seiring dengan masifnya sosialisasi yang diberikan langsung maupun melalui lomba.
"Kalau ada satu atau dua yang menerbangkan (balon) saya masih memakluminya. Akan tetapi pada tahun depan saya berharap sudah tidak ada lagi warga yang menerbangkan balon liar ke udara," katanya.