Bupati jamin ASN netral Pilgub Jateng
Kamis, 15 Februari 2018 0:27 WIB
Mendagri Tjahjo Kumolo (kanan) saat memberikan kenang-kenangan kepada Bupati Boyolali Seno Samodro di sela acara Seminar Nasional DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Jawa Tengah di Boyolali, Rabu. (Foto: Bambang Dwi Marwoto)
Boyolali (Antaranews Jateng) - Bupati Boyolali Seno Samodro menjamin aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya menjaga netralitas dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018.
"Saya jamin ASN tidak mau urusan soal pilkada. Jika terbukti tidak netral, mereka akan terkena sanksi berat," kata Seno Samodro saat diminta menanggapi soal Pilgub Jateng di Boyolali, Rabu.
Soal netralitas ASN, kata dia, sudah diatur melalui Surat Edaran Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor B/71/M.SM.00.00/2017 tentang Pelaksanaan Netralitas bagi ASN pada Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018.
Menurut Seno Samodro, tidak perlu khawatir dengan netralitas ASN karena mereka suda profesional dan bisa menghambat karier mereka.
Ia menegaskan bahwa di Boyolali tidak ada kerawanan dan politik uang dalam pilgub.
Bupati berharap tingkat partisipasi masyarakat meningkat pada Pilgub Jateng 2018, dan sekitar 70 persen warga menggunakan hal suaranya.
Setelah berbicara soal netralitas ASN, Seno Samodro merasa sangat optimistis pasangan Ganjar/Yasin bakal meraih suara terbanyak di daerahnya. Pasalnya, pilgub 5 tahun lalu, Boyolali juga mengumpulkan suara terbanyak untuk Ganjar.
Pada Pilkada Serentak 2018, KPU Provinsi Jawa Tengah telah menetapkan pasangan Ganjar Pranowo/Taj Yasin dan Sudirman Said/Ida Fauziyah lolos menjadi calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur dalam Pilkada 2018.
Pada pengundian nomor urut pasangan calon, Ganjar Pranowo/Taj Yasin Maimoen mendapat nomor urut 1 dan pasangan Sudirman Said/Ida Fauziyah memperoleh nomor urut 2.
"Saya jamin ASN tidak mau urusan soal pilkada. Jika terbukti tidak netral, mereka akan terkena sanksi berat," kata Seno Samodro saat diminta menanggapi soal Pilgub Jateng di Boyolali, Rabu.
Soal netralitas ASN, kata dia, sudah diatur melalui Surat Edaran Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor B/71/M.SM.00.00/2017 tentang Pelaksanaan Netralitas bagi ASN pada Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018.
Menurut Seno Samodro, tidak perlu khawatir dengan netralitas ASN karena mereka suda profesional dan bisa menghambat karier mereka.
Ia menegaskan bahwa di Boyolali tidak ada kerawanan dan politik uang dalam pilgub.
Bupati berharap tingkat partisipasi masyarakat meningkat pada Pilgub Jateng 2018, dan sekitar 70 persen warga menggunakan hal suaranya.
Setelah berbicara soal netralitas ASN, Seno Samodro merasa sangat optimistis pasangan Ganjar/Yasin bakal meraih suara terbanyak di daerahnya. Pasalnya, pilgub 5 tahun lalu, Boyolali juga mengumpulkan suara terbanyak untuk Ganjar.
Pada Pilkada Serentak 2018, KPU Provinsi Jawa Tengah telah menetapkan pasangan Ganjar Pranowo/Taj Yasin dan Sudirman Said/Ida Fauziyah lolos menjadi calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur dalam Pilkada 2018.
Pada pengundian nomor urut pasangan calon, Ganjar Pranowo/Taj Yasin Maimoen mendapat nomor urut 1 dan pasangan Sudirman Said/Ida Fauziyah memperoleh nomor urut 2.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dewas KPK terbitkan 186 izin sadap, geledah, dan sita sepanjang 2021
18 January 2022 14:32 WIB, 2022
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Jokowi bocorkan topik pembicaraan dengan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu
30 January 2026 14:56 WIB
Wagub Jateng: Pimpinan daerah terapkan pakta integritas pelayanan masyarakat
21 January 2026 19:10 WIB