Kades diminta netral pada pilkada
Kamis, 25 Januari 2018 20:12 WIB
Bupati Batang Wihaji. (Foto: Kutnadi)
Batang (Antaranews Jateng) - Bupati Batang Wihaji menegaskan para kepala desa dan lurah harus netral pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, 2018 sebagai upaya kondusivitas di wilayahnya.
"Kades maupun lurah harus mengetahui posisinya sehingga harus netral dalam pilkada. Disamping itu, yang terpenting lagi adalah menjaga kondusivitas, taati aturan sesuai perundang-undanganya, terlebih aturan saat ini sangat rumit," katanya saat acara sosialisasi pengawasan bagi kepala desa dan lurah pada pilgub.
Ia mengatakan pada tahun politik, peran kepala desa sangat strategis karena langsung bersentuhan dengan masyarakat bawah dalam menjaga wilayahnya.
"Kita semua diawasi dari mulai tingkat desa hingga pusat. Akan tetapi, dengan netralitas dan menjaga kondusivitas wilayah maka pesta demokrasi akan berlangsung tertib, aman, dan lancar tanpa adanya pelanggaran hukum," katanya.
Menurut dia, netralitas hendaknya dapat dijaga bersama-sama sesuai kewenangannya yang telah diatur UU.
"Selama kita masih duduk dan berdiri sesuai dengan aturan dan perundangan-undangan yang berlaku maka saya yakin pilkada akan berjalan aman dan kondusif. Siapa pun nanti yang akan terpilih tidak menjadi masalah karena masing-masing memilih sesuai hak dan hati nurani masing-masing," katanya.
Ketua Panitia Pengawasan (Panwas) Kabupaten Batang, Achmad Suharto mengatakan kades dan lurah harus ikut serta mendukung dan berpartisipasi pada pengawasan pilkada.
"Kades dan lurah tidak boleh ikut dalam politik praktis dan termasuk dalam tim kampanye, meski jabatan kades merupakan jabatan politik," katanya.
"Kades maupun lurah harus mengetahui posisinya sehingga harus netral dalam pilkada. Disamping itu, yang terpenting lagi adalah menjaga kondusivitas, taati aturan sesuai perundang-undanganya, terlebih aturan saat ini sangat rumit," katanya saat acara sosialisasi pengawasan bagi kepala desa dan lurah pada pilgub.
Ia mengatakan pada tahun politik, peran kepala desa sangat strategis karena langsung bersentuhan dengan masyarakat bawah dalam menjaga wilayahnya.
"Kita semua diawasi dari mulai tingkat desa hingga pusat. Akan tetapi, dengan netralitas dan menjaga kondusivitas wilayah maka pesta demokrasi akan berlangsung tertib, aman, dan lancar tanpa adanya pelanggaran hukum," katanya.
Menurut dia, netralitas hendaknya dapat dijaga bersama-sama sesuai kewenangannya yang telah diatur UU.
"Selama kita masih duduk dan berdiri sesuai dengan aturan dan perundangan-undangan yang berlaku maka saya yakin pilkada akan berjalan aman dan kondusif. Siapa pun nanti yang akan terpilih tidak menjadi masalah karena masing-masing memilih sesuai hak dan hati nurani masing-masing," katanya.
Ketua Panitia Pengawasan (Panwas) Kabupaten Batang, Achmad Suharto mengatakan kades dan lurah harus ikut serta mendukung dan berpartisipasi pada pengawasan pilkada.
"Kades dan lurah tidak boleh ikut dalam politik praktis dan termasuk dalam tim kampanye, meski jabatan kades merupakan jabatan politik," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Batang resmikan Nusantara Basketball Competition dorong sportivitas pelajar
24 October 2025 19:06 WIB
Bupati Batang apresiasi lomba konten kreator Batik Batang di Simpang Jalan
15 August 2025 14:22 WIB, 2025
RSUD Kalisari utang Rp15 miliar ke penyedia obat, bupati minta audit menyeluruh
10 April 2025 19:47 WIB, 2025
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Ketua DPRD Jateng dorong 30 persen keterwakilan perempuan di lembaga legislatif dipenuhi
17 September 2026 8:16 WIB
Bupati Demak ajak ulama dan masyarakat perkuat komunikasi jaga kondusivitas
16 September 2026 21:15 WIB