GB7 Diharapkan Hasilkan Rumusan Sumber Daya Genetik Tanaman Pangan dan Pertenian
Selasa, 31 Oktober 2017 12:11 WIB
Pertemuan Badan Pengatur (GB 7) Perjanjian Internasional tentang Sumber Daya Genetik Tanaman untuk Pangan dan Pertanian (SDGTPP/ITPGRFA) di Kigali, Rwanda pada 30 Oktober sampai 3 November 2017 (HO)
Jakarta, ANTARA JATENG - Pertemuan kali ketujuh antara negara-negara yang
tergabung dalam Badan Pengatur (GB 7) Perjanjian Internasional tentang
Sumber Daya Genetik Tanaman untuk Pangan dan Pertanian (SDGTPP/ITPGRFA)
diadakan mulai tanggal 30 Oktober sampai 3 November 2017 dan mengambil
lokasi penyelenggaraan di ibu kota Rwanda, Kota Kigali, tepatnya di
gedung Kigali Convention Centre.
Mengawali pertemuan GB 7, dua hari sebelumnya telah dilakukan konsultasi regional dan antar daerah, serta acara khusus yang membahas tentang informasi genomic. Secara resmi, acara dibuka oleh Menteri Pertanian Rwanda. Sementara itu, delegasi dari Indonesia, Dr. M. Sabran memimpin jalannya pertemuan GB 7.
Mengambil tema “Agenda 2030 untuk Pembangunan yang Berkelanjutan dan Peran Sumber Daya Genetik Tanaman untuk Pangan dan Pertanian", pertemuan GB 7 diharapkan menghasilkan rumusan terkait kebijakan umum dan implementasi dari Perjanjian Internasional tentang Sumber Daya Genetik Tanaman untuk Pangan dan Pertanian. Output lain yang diharapkan adalah implementasi Sistem Multilateral (MLS) dari akses dan bagi-hasil atau manfaat dari Perjanjian tersebut. Tentang administrasi dan anggaran pun tak luput dari bahasan dalam GB 7 tersebut.
Selain itu, dalam pertemuan GB 7 kali ini juga dibahas tentang Strategi Pendanaan, Hak Petani, pemanfaatan berkelanjutan, Sistem Informasi Global (Global Information System/GLIS), dan laporan dari Compliance Committee. Pertemuan tersebut juga membicarakan hal-hal sebagai berikut: penerimaan proposal untuk kali keempat dengan sumber pendanaan dari Benefit-sharing Fund (BSF), kegiatan pengembangan lanjutan dari program multi-year dalam naungan Perjanjian, strategi komunikasi, persetujuan Kent Nnadozie sebagai Sekretaris baru, dan prosedur untuk pengangkatan di masa depan. Selain itu, isu tentang kerja sama dengan Convention on Biological Diversity (CBD) dan organisasi internasional lainnya juga menjadi topik diskusi.
Diskusi mendalam pada GB 7 diharapkan untuk fokus terhadap pengukuran dalam memperluas cakupan fungsi dari MLS yang dihasilkan dari kesepakatan intersessional. Hal ini mencakup draft Standard Perjanjian Transfer Material (SMTA), termasuk di dalamnya adalah system berlangganan, peluang untuk perluasan cakupan MLS, dan mekanisme peresmian sistem tersebut.
Dr. Prama Yufdy, selaku Ketua Delegasi dari Indonesia menyampaikan pernyataan umum mewakili Wilayah Asia. Disebutkan bahwa Asia menyadari pentingnya SDGTPP dan telah siap bernegosiasi untuk isu-isu penting agar saling menguntungkan dan memicu kemajuan implementasi Perjanjian.
Mengawali pertemuan GB 7, dua hari sebelumnya telah dilakukan konsultasi regional dan antar daerah, serta acara khusus yang membahas tentang informasi genomic. Secara resmi, acara dibuka oleh Menteri Pertanian Rwanda. Sementara itu, delegasi dari Indonesia, Dr. M. Sabran memimpin jalannya pertemuan GB 7.
Mengambil tema “Agenda 2030 untuk Pembangunan yang Berkelanjutan dan Peran Sumber Daya Genetik Tanaman untuk Pangan dan Pertanian", pertemuan GB 7 diharapkan menghasilkan rumusan terkait kebijakan umum dan implementasi dari Perjanjian Internasional tentang Sumber Daya Genetik Tanaman untuk Pangan dan Pertanian. Output lain yang diharapkan adalah implementasi Sistem Multilateral (MLS) dari akses dan bagi-hasil atau manfaat dari Perjanjian tersebut. Tentang administrasi dan anggaran pun tak luput dari bahasan dalam GB 7 tersebut.
Selain itu, dalam pertemuan GB 7 kali ini juga dibahas tentang Strategi Pendanaan, Hak Petani, pemanfaatan berkelanjutan, Sistem Informasi Global (Global Information System/GLIS), dan laporan dari Compliance Committee. Pertemuan tersebut juga membicarakan hal-hal sebagai berikut: penerimaan proposal untuk kali keempat dengan sumber pendanaan dari Benefit-sharing Fund (BSF), kegiatan pengembangan lanjutan dari program multi-year dalam naungan Perjanjian, strategi komunikasi, persetujuan Kent Nnadozie sebagai Sekretaris baru, dan prosedur untuk pengangkatan di masa depan. Selain itu, isu tentang kerja sama dengan Convention on Biological Diversity (CBD) dan organisasi internasional lainnya juga menjadi topik diskusi.
Diskusi mendalam pada GB 7 diharapkan untuk fokus terhadap pengukuran dalam memperluas cakupan fungsi dari MLS yang dihasilkan dari kesepakatan intersessional. Hal ini mencakup draft Standard Perjanjian Transfer Material (SMTA), termasuk di dalamnya adalah system berlangganan, peluang untuk perluasan cakupan MLS, dan mekanisme peresmian sistem tersebut.
Dr. Prama Yufdy, selaku Ketua Delegasi dari Indonesia menyampaikan pernyataan umum mewakili Wilayah Asia. Disebutkan bahwa Asia menyadari pentingnya SDGTPP dan telah siap bernegosiasi untuk isu-isu penting agar saling menguntungkan dan memicu kemajuan implementasi Perjanjian.
Pewarta : Antaranews
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sejumlah rumah sakit di Temanggung belum penuhi standar penanggulangan kebakaran
04 February 2026 8:31 WIB
Operasi Zebra Candi diharapkan mampu turunkan jumlah kecelakaan dan tingkatkan disiplin lalu lintas
17 November 2025 12:27 WIB
Kampung Singkong Salatiga diharapkan jadi salah satu destinasi wisata unggulan
08 November 2025 6:32 WIB