Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggelar kirab budaya dalam rangka Hari Jadi ke-476 Kudus sekaligus ajang pelestarian seni dan tradisi lokal serta menumbuhkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor pariwisata.
"Selain menekankan aspek toleransi, kami berharap kegiatan budaya ini dapat meningkatkan perekonomian dan pariwisata di Kudus," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris ditemui usai kirab budaya di Alun-alun Kudus, Sabtu.
Menurut dia, kirab budaya ini bukan hanya hiburan, tetapi juga mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), warung-warung, dan seluruh kegiatan ekonomi masyarakat.
"Mari kita nikmati karnaval budaya ini dengan tertib, jangan tinggalkan sampah, tapi tinggalkan kenangan yang indah," pesannya.
Ia menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peringatan hari jadi tahun ini. Masyarakat juga diingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam perbedaan.
"Tema tahun ini harmoni dalam toleransi. Artinya, kita berbeda, tidak sama, tetapi tetap saling menghargai, baik antar-umat beragama, antar-budaya, maupun sesama manusia," ujarnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan Kudus dengan penuh semangat.
Ia berharap semoga dengan ulang tahun ke-476 ini, Kudus semakin aman, ekonominya lancar, masyarakatnya sejahtera.
"Tentunya ini berkat kerja sama semua pihak, termasuk DPRD, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Terkait pelaksanaan acara karnaval tahun ini berlangsung mulai siang hari, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang digelar malam hari.
Menurut Sam'ani keputusan ini diambil agar pelajar dan anak-anak dapat lebih nyaman mengikuti rangkaian kegiatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah menyampaikan festival budaya ini menjadi wadah untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal.
"Dengan kegiatan ini, kearifan lokal di Kabupaten Kudus dapat lebih dikenal luas. Selain mengangkat budaya, kami juga ingin memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Mutrikah menambahkan ada 23 peserta kirab yang ambil bagian dalam karnaval. Sedangkan lomba yang digelar ada dua kategori, yakni untuk tingkat SD/MI dan tingkat umum.
Ia mengapresiasi dukungan masyarakat, sehingga acara berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati jalur karnaval.
"Pemerintah Kabupaten Kudus berharap kegiatan tahunan ini dapat memperkuat persatuan, melestarikan budaya, sekaligus menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan," ujarnya.
Baca juga: Kudus siapkan Rp2 miliar untuk normalisasi sungai kurangi banjir

