Presiden: Pelabuhan di Indonesia Harus Lebihi Singapura
Kamis, 7 September 2017 7:31 WIB
Presiden Joko Widodo (ANTARA /Rosa Panggabean)
Jakarta, ANTARA JATENG - Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia harus
memiliki pelabuhan yang lebih besar dibanding Singapura yang menunjukkan
Indonesia memiliki daya saing.
"Kalau Singapura punya pelabuhan besar, kita harusnya punya yang lebih besar," kata Presiden Jokowi ketika temu kangen Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dengan warga masyarakat Indonesia di Singapura, Rabu malam.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi memaparkan kemajuan pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah di Indonesia.
"Saya ingin sampaikan beberapa hal terkait pembangunan di daerah," kata Presiden Jokowi dalam acara yang dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja dan Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya.
Di depan sekitar 1.600 warga Indonesia di Singapura, Presiden Jokowi memaparkan kemajuan pembangunan jalan tol Trans Sumatera.
Ia juga menyebutkan pembangunan Pelabuhan Kualatanjung di Sumatera Utara sudah mencapai 77 persen.
"Juga pembangunan jalur kereta api di Sulawesi," kata Presiden Jokowi.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar.
"Negara kita negara besar dengan jumlah penduduk 250 juta lebih, 17.000 pulau, tidak ada negara yang memiliki pulau sebanyak Indonesia," katanya.
Ia menyebutkan Indonesia juga memiliki 714 suku dibanding Singapura yang hanya memiliki sekitar empat suku. Juga ada 516 kabupaten/kota, 34 provinsi, dan 1.100 bahasa daerah.
"Kalau ada gesekan kecil wajar saja karena kita bangsa Indonesia yang besar, tapi memang harus cepat diselesaikan," katanya.
Jokowi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah diadu domba. "Yang main medsos gunakan untuk hal-hal positif. Jangan saling menjelekkan," kata Presiden.
Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi juga sempat mengundang sejumlah hadirin untuk naik ke panggung dan memberikan kuis berhadiah sepeda.
"Kalau Singapura punya pelabuhan besar, kita harusnya punya yang lebih besar," kata Presiden Jokowi ketika temu kangen Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dengan warga masyarakat Indonesia di Singapura, Rabu malam.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi memaparkan kemajuan pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah di Indonesia.
"Saya ingin sampaikan beberapa hal terkait pembangunan di daerah," kata Presiden Jokowi dalam acara yang dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja dan Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya.
Di depan sekitar 1.600 warga Indonesia di Singapura, Presiden Jokowi memaparkan kemajuan pembangunan jalan tol Trans Sumatera.
Ia juga menyebutkan pembangunan Pelabuhan Kualatanjung di Sumatera Utara sudah mencapai 77 persen.
"Juga pembangunan jalur kereta api di Sulawesi," kata Presiden Jokowi.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar.
"Negara kita negara besar dengan jumlah penduduk 250 juta lebih, 17.000 pulau, tidak ada negara yang memiliki pulau sebanyak Indonesia," katanya.
Ia menyebutkan Indonesia juga memiliki 714 suku dibanding Singapura yang hanya memiliki sekitar empat suku. Juga ada 516 kabupaten/kota, 34 provinsi, dan 1.100 bahasa daerah.
"Kalau ada gesekan kecil wajar saja karena kita bangsa Indonesia yang besar, tapi memang harus cepat diselesaikan," katanya.
Jokowi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah diadu domba. "Yang main medsos gunakan untuk hal-hal positif. Jangan saling menjelekkan," kata Presiden.
Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi juga sempat mengundang sejumlah hadirin untuk naik ke panggung dan memberikan kuis berhadiah sepeda.
Pewarta : Agus Salim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rakerpim UMS 2025 usung transformasi progresif berkelanjutan untuk memberi arah perubahan
30 August 2025 19:44 WIB
Terpopuler - NASIONAL
Lihat Juga
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:41 WIB
Tim Rescue Dompet Dhuafa ikut operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh
22 January 2026 10:22 WIB
KPK geledah rumah Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dan Rochim di Madiun, sita dokumen dan uang
22 January 2026 10:04 WIB
Wamenkomdigi: Kantor Berita ANTARA berperan penting publikasikan program pemerintah
20 January 2026 20:09 WIB